GADGET
Samsung Diam-Diam Naikkan Harga Galaxy Z Fold 7
Samsung diam-diam menaikkan harga Galaxy Z Fold 7 hingga 80 dolar AS tanpa perubahan spesifikasi.
Ringkasan Berita:
- Samsung menaikkan harga Galaxy Z Fold 7 hingga 80 dolar AS tanpa perubahan fitur.
- Kenaikan juga terjadi pada varian 512GB selain model 1TB.
- Penyebab utama diduga karena naiknya biaya komponen seperti memori DDR5.
TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan teknologi Samsung Electronics dilaporkan menaikkan harga beberapa varian ponsel lipat premiumnya secara diam-diam.
Kenaikan ini terjadi pada model tertentu dari Samsung Galaxy Z Fold 7 di pasar Amerika Serikat.
Menurut laporan 9to5google, varian dengan kapasitas penyimpanan 1TB kini mengalami kenaikan harga dari sebelumnya sekitar 2.419 dolar AS menjadi 2.499 dolar AS.
Jika dikonversikan ke rupiah dengan asumsi kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS, harga tersebut setara naik dari sekitar Rp38,7 juta menjadi Rp39,9 juta.
Artinya, terdapat kenaikan sekitar Rp1,2 juta tanpa adanya perubahan spesifikasi atau peningkatan fitur pada perangkat tersebut.
Ponsel Galaxy Z Fold 7 sendiri sudah dikenal sebagai salah satu perangkat Android paling mahal di pasaran.
Harga awalnya berada di kisaran 2.000 dolar AS atau sekitar Rp32 juta, menjadikannya produk premium yang menyasar segmen kelas atas.
Dengan kapasitas penyimpanan terbesar, harga perangkat ini kini semakin tinggi.
Tidak hanya varian 1TB, model dengan kapasitas 512GB juga disebut mengalami kenaikan harga yang sama, yaitu sekitar 80 dolar AS atau setara Rp1,2 juta.
Saat ini, harga normal varian tersebut berada di angka 2.199 dolar AS atau sekitar Rp35,1 juta.
Meski begitu, dalam beberapa penawaran, perangkat ini masih tersedia dengan harga diskon sekitar 2.079 dolar AS atau setara Rp33,2 juta.
Baca juga: Bocoran Galaxy Z Wide Fold, Samsung Siapkan HP Lipat Layar Lebih Lebar
Sebelumnya, perangkat ini diluncurkan dengan harga sekitar 2.119 dolar AS atau sekitar Rp33,9 juta.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa perubahan harga ini terjadi tanpa pengumuman resmi dari Samsung.
Bahkan, pada Maret 2026, harga perangkat tersebut masih tercatat menggunakan harga lama di toko online resmi.
Kenaikan harga ini dinilai sebagai bagian dari tren yang mulai terlihat di industri teknologi, khususnya pada perangkat smartphone.
Sebelumnya, produsen lain seperti Motorola juga melakukan hal serupa dengan menaikkan harga lini Moto G hanya beberapa waktu setelah peluncuran produk baru.
Salah satu faktor utama yang diduga menjadi penyebab kenaikan harga ini adalah meningkatnya biaya komponen, terutama memori.
Saat ini, industri menghadapi keterbatasan pasokan DDR5 dan komponen RAM lainnya.
Selain itu, meningkatnya permintaan teknologi kecerdasan buatan juga memengaruhi ketersediaan komponen, karena banyak digunakan pada pusat data AI.
Meski kenaikan sekitar Rp1,2 juta terlihat kecil dibandingkan harga total, perubahan ini tetap berdampak bagi konsumen, terutama mereka yang sudah merencanakan pembelian dengan anggaran tertentu.
Perlu dicatat, harga yang disebutkan merupakan konversi dari harga di Amerika Serikat.
Harga resmi di Indonesia bisa berbeda karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti pajak, biaya distribusi, serta kebijakan masing-masing pasar.
Dengan kondisi pasar yang masih dipengaruhi keterbatasan komponen dan tingginya permintaan teknologi, konsumen diperkirakan akan menghadapi tren harga perangkat yang cenderung meningkat ke depan.
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Samsung-Galaxy-Z-Fold7-56565656565.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.