Jumat, 24 April 2026

AI Ubah Segalanya, Generasi Muda Dituntut Naik Level Keterampilan

Generasi Z dan Alpha, AI bukan lagi sesuatu yang jauh atau abstrak yakni menjadi asisten digital

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
Freepik.com/rawpixel.com
ILUSTRASI AI -  Perkembangan pesat artificial intelligence (AI) menempatkan generasi muda Indonesia di titik krusial: menjadi sekadar pengguna teknologi atau ikut berperan dalam membentuk masa depan Bagi Generasi Z dan Alpha, AI teknologi ini hadir dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari—mulai dari membantu mengerjakan tugas sekolah, mencari informasi secara instan, hingga mendukung produktivitas dan kreativitas  
Ringkasan Berita:
  • Forum The Cornerstone mengangkat isu dampak AI dan kesiapan generasi muda Indonesia
  • Menghadirkan tokoh lintas sektor seperti Anies Baswedan dan Najelaa Shihab
  • Mendorong dialog terbuka serta peran aktif generasi muda di era teknologi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perkembangan pesat artificial intelligence (AI) menempatkan generasi muda Indonesia di titik krusial: menjadi sekadar pengguna teknologi atau ikut berperan dalam membentuk masa depan.

Bagi Generasi Z dan Alpha, AI bukan lagi sesuatu yang jauh atau abstrak. Teknologi ini telah hadir dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari—mulai dari membantu mengerjakan tugas sekolah, mencari informasi secara instan, hingga mendukung produktivitas dan kreativitas.

Dalam banyak hal, AI bahkan telah menjadi 'asisten digital' yang mempermudah aktivitas mereka namun di balik kemudahan tersebut, tersimpan tantangan yang tidak sederhana.

"Perubahan kebutuhan keterampilan menjadi salah satu isu utama, di mana kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan literasi digital kini semakin penting dibanding sekadar penguasaan teknis dasar,' kata konsultan pendidikan Christina Yoris dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Di sisi lain, muncul pula kekhawatiran tentang potensi tergesernya sejumlah jenis pekerjaan akibat otomatisasi, terutama pada sektor-sektor yang bersifat repetitif.

"Tanpa pemahaman yang memadai, generasi muda berisiko hanya menjadi pengguna pasif tanpa kemampuan untuk menilai dampak jangka panjang dari teknologi yang mereka gunakan," katanya.

Realitas ini memunculkan pertanyaan penting: bagaimana generasi muda seharusnya menyikapi perkembangan AI ke depan? Apakah mereka cukup beradaptasi, atau justru perlu mengambil peran lebih aktif dalam membentuk arah pemanfaatannya?

Sayangnya, ruang diskusi yang secara khusus melibatkan generasi muda untuk memahami sekaligus merespons isu-isu tersebut masih relatif terbatas.

Padahal, keterlibatan sejak awal menjadi kunci agar mereka tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi di tengah transformasi teknologi yang terus berlangsung.

Baca juga: Komdigi: Jangan Takut AI, Pendidikan Harus Manfaatkan Teknologi

Menjawab kebutuhan itu, The Cornerstone hadir sebagai forum dialog lintas sektor yang mempertemukan pelajar dengan para profesional dari berbagai bidang. 

Mengusung tema 'AI & The Future We Are Building' forum ini mendorong generasi muda untuk terlibat aktif, tidak hanya sebagai pendengar, tetapi juga sebagai pihak yang mampu memberikan gagasan, solusi, hingga perspektif baru.

Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir sebagai pembicara, di antaranya Anies Baswedan, Thomas Lembong, Najelaa Shihab, Yonathan Nugroho, serta sineas Angga Dwimas Sasongko.

Forum ini akan menghadirkan empat panel utama yang membahas sektor-sektor strategis, yakni Politik Global, Edukasi, Lingkungan Hidup, dan Industri Kreatif—semuanya dalam konteks bagaimana AI membentuk masa depan.

Diperkirakan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, profesional, hingga pemangku kebijakan, akan turut ambil bagian dalam diskusi ini yang akan digelar di Jakarta, 9 Mei 2026. 

Penyelenggara acara, Christina Yoris mengatakan, literasi AI menjadi hal krusial bagi generasi muda.

“Penting bagi generasi muda untuk melek terhadap perkembangan AI, karena ke depannya mereka akan hidup berdampingan dan bersaing langsung dengan teknologi ini,” ujarnya.

Baca juga: Perang Chip AS-Cina: Siapa yang Kuasai Masa Depan AI?

Selain menjadi ruang diskusi, kata Brand Manager Eduall ini,  forum ini juga membawa misi sosial. Bekerja sama dengan Indonesia Mengajar, seluruh hasil penjualan tiket akan didonasikan untuk mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia.

Sementara Theresya Afila menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda sebagai future changemakers di tengah percepatan transformasi digital.

"The Cornerstone menjadi salah satu forum yang membuka ruang bagi generasi muda untuk tidak hanya memahami perubahan, tetapi juga ikut menentukan arah masa depan di era AI," katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved