Selasa, 5 Mei 2026

GADGET

Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra, Ada Fitur LOFIC Bikin Foto Lebih Natural

Samsung Galaxy S27 Ultra dikabarkan akan memiliki fitur LOFIC, yaitu sensor kamera untuk menangani cahaya dan membuat foto terlihat lebih natural.

Tayang:
Editor: Nuryanti
Tangkapan layar YouTube Demon's Tech
BOCORAN SAMSUNG S27 - Tangkapan layar YouTube Demon's Tech, Selasa (5/5/2026). Samsung Galaxy S27 Ultra dikabarkan akan memiliki fitur LOFIC, yaitu sensor kamera untuk menangani cahaya dan membuat foto terlihat lebih natural. 
Ringkasan Berita:
  • Samsung Galaxy S27 Ultra diprediksi membawa perubahan besar, terutama di sektor kamera, performa, dan efisiensi.
  • Kamera utama 200MP akan diperkuat teknologi LOFIC dan aperture variabel untuk hasil foto lebih natural. 
  • Samsung juga menyederhanakan sistem kamera dengan mengandalkan sensor utama untuk zoom.
  • Didukung chipset 2nm dan baterai 5.500 mAh, S27 Ultra fokus pada pengalaman, bukan sekadar spesifikasi.

TRIBUNNEWS.COM - Samsung dirumorkan akan merilis Samsung Galaxy S27 Ultra yang akan menjadi penerus S26 Ultra.

Samsung tampaknya sedang menyiapkan perubahan besar pada lini Ultra berikutnya.

Berdasarkan berbagai bocoran awal, Galaxy S27 Ultra tidak hanya membawa peningkatan spesifikasi, tetapi juga perubahan pendekatan dalam sistem kamera, performa, dan efisiensi perangkat.

Secara keseluruhan, Galaxy S27 Ultra berpotensi menjadi salah satu peningkatan paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Fokusnya bukan hanya pada angka besar seperti 200MP, tetapi pada teknologi di baliknya yang benar-benar meningkatkan kualitas hasil foto dan pengalaman pengguna.

Jika bocoran ini akurat, Samsung tampaknya serius untuk kembali menjadi pemimpin di sektor kamera smartphone.

Media yang mengulas tentang gadget seperti GSM Arena, GizChina, dan Phone Arena mengungkap bocoran spesifikasi Samsung Galaxy S27 Ultra sebagai berikut.

Kamera Utama 200MP dengan Teknologi Baru

Samsung diperkirakan masih mempertahankan resolusi 200MP pada Galaxy S27 Ultra, namun dengan pendekatan yang jauh lebih maju melalui sensor generasi baru, kemungkinan ISOCELL HP6.

Meski ukuran sensor diperkirakan masih berada di kisaran 1/1.2 hingga 1/1.3 inci, peningkatan utamanya justru terletak pada teknologi LOFIC (Lateral Overflow Integration Capacitor).

Baca juga: Samsung Siapkan AI Glasses, Tapi Krisis RAM Diprediksi Memburuk

Teknologi ini memungkinkan sensor menangkap kelebihan cahaya dan menyimpannya dalam kapasitor khusus, sehingga detail pada area terang tidak hilang. 

Dengan pendekatan ini, Samsung berpotensi menghadirkan kualitas HDR yang lebih alami tanpa perlu pemrosesan multi-frame yang kompleks.

Kembalinya Aperture Variabel

Salah satu perubahan menarik adalah kemungkinan kembalinya aperture variabel, fitur yang sempat hadir di Galaxy S9 dan S10.

Teknologi ini memungkinkan bukaan lensa berubah secara fisik, misalnya dari f/1.4 untuk kondisi minim cahaya hingga f/4.0 saat kondisi terang.

Dengan mekanisme ini, kamera dapat menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk secara optimal tanpa bergantung sepenuhnya pada software.

Hasilnya adalah foto yang lebih tajam di berbagai kondisi pencahayaan serta kontrol depth of field yang lebih fleksibel.

Perubahan Strategi Kamera Belakang

Samsung juga dikabarkan akan menyederhanakan konfigurasi kamera belakang.

Salah satu perubahan besar adalah penghapusan lensa telefoto 3x yang selama ini menjadi ciri khas seri Ultra.

Sebagai gantinya, sensor utama 200MP akan digunakan untuk menghasilkan zoom menengah melalui teknik cropping resolusi tinggi.

Konfigurasi lainnya tetap mengandalkan kamera ultra-wide 50MP dan periskop 50MP dengan zoom 5x. 

Strategi ini menunjukkan bahwa Samsung mulai fokus pada efisiensi sistem tanpa mengorbankan kualitas.

Peningkatan Kamera Selfie

Selain kamera utama, sektor kamera depan juga akan mendapatkan peningkatan yang cukup signifikan. 

Resolusi kamera selfie diperkirakan meningkat dari 12MP menjadi sekitar 24MP, lengkap dengan autofokus yang lebih baik dan sudut pandang yang lebih luas.

Peningkatan ini penting mengingat kebutuhan pengguna terhadap video call, pembuatan konten, hingga selfie berkualitas tinggi semakin meningkat.

Performa dengan Chipset Generasi Terbaru

Dari sisi performa, Galaxy S27 Ultra kemungkinan akan ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 berbasis fabrikasi 2nm. 

Teknologi ini menawarkan peningkatan besar dalam efisiensi daya dan performa dibanding generasi sebelumnya.

Selain itu, dukungan memori LPDDR6 juga akan memberikan kecepatan transfer data yang lebih tinggi, sehingga pengalaman penggunaan menjadi lebih responsif, terutama untuk multitasking dan aplikasi berat.

Peningkatan Kapasitas dan Teknologi Baterai

Samsung juga mulai mengejar ketertinggalan di sektor baterai dengan menghadirkan kapasitas sekitar 5.500 mAh. 

Selain kapasitas yang lebih besar, penggunaan teknologi silicon-carbon memungkinkan kepadatan energi yang lebih tinggi tanpa menambah ukuran fisik baterai secara signifikan. 

Daya tahan baterai perangkat ini diharapkan meningkat tanpa mengorbankan desain perangkat yang tetap ramping.

Strategi Baru Samsung dalam Pengembangan Flagship

Menariknya, Samsung tampaknya tidak lagi sekadar mengejar spesifikasi tinggi di atas kertas.

Alih-alih memperbesar sensor atau menambah jumlah kamera, perusahaan lebih fokus pada optimalisasi teknologi seperti LOFIC, efisiensi sistem kamera, serta peningkatan performa dan daya tahan. 

Pendekatan ini menunjukkan strategi yang lebih matang dan berorientasi pada pengalaman pengguna secara keseluruhan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved