Rabu, 10 Juni 2026

AMSI Jakarta Dorong Perlindungan Hak Cipta Jurnalistik dan Penguatan Kolaborasi Media di Era AI

Tantangan besar yang tengah dihadapi industri media akibat perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI).

Tayang:
Editor: Erik S
HO/IST/Istimewa/HO
Konsolidasi dan diskusi AMSI Jakarta yang berlangsung pada 6–7 Juni 2026 di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. 
Ringkasan Berita:
  • AMSI Jakarta menekankan perlindungan hak cipta jurnalistik menghadapi disrupsi teknologi dan perkembangan AI.
  • Organisasi media didorong memperkuat kolaborasi untuk menjaga kualitas jurnalisme dan keberlanjutan bisnis.
  • AMSI menilai regulasi adil diperlukan agar pemanfaatan karya jurnalistik tidak merugikan media.

TRIBUNNEWS.COM, KEPULAUAN SERIBU- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jakarta menegaskan pentingnya perlindungan hak cipta karya jurnalistik dan penguatan kolaborasi antarperusahaan media sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan industri pers di tengah disrupsi teknologi dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan konsolidasi dan diskusi AMSI Jakarta yang berlangsung pada 6–7 Juni 2026 di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Kegiatan ini diikuti para pengelola dan pimpinan media anggota AMSI Jakarta untuk membahas tantangan industri media siber sekaligus merumuskan langkah bersama menghadapi perubahan lanskap digital yang semakin dinamis.

Dalam sesi diskusi, Bendahara Umum AMSI Pusat, Gaib Maruto Sigit, menyoroti tantangan besar yang tengah dihadapi industri media akibat perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI).

Menurut Gaib, perkembangan teknologi harus disikapi secara adaptif, namun tetap memastikan keberlangsungan ekosistem media yang selama ini menjadi produsen informasi yang kredibel dan terverifikasi.

"Jangan sampai media berinvestasi menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, tetapi nilai ekonominya justru dinikmati pihak lain tanpa mekanisme yang adil. Ini menjadi tantangan besar yang harus segera dijawab melalui regulasi dan tata kelola yang jelas," ujar Gaib.

Ia menegaskan, perlindungan hak cipta karya jurnalistik menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, regulator, platform digital, dan pelaku industri teknologi.

Menurutnya, diperlukan regulasi yang mampu memberikan kepastian hukum terkait pemanfaatan karya jurnalistik oleh platform digital maupun teknologi berbasis AI, sehingga tercipta hubungan yang adil antara perusahaan pers, platform teknologi, dan masyarakat sebagai pengguna informasi.

Sementara itu, Ketua AMSI Jakarta, Fathan Qorib, menekankan bahwa tantangan industri media saat ini tidak dapat dihadapi secara individual. Perusahaan media perlu membangun kolaborasi yang lebih kuat untuk menjaga kualitas jurnalisme sekaligus memperkuat model bisnis yang berkelanjutan.

Baca juga: RUU Hak Cipta Atur Perlindungan Karya Jurnalistik, Kutip Berita Wajib Izin dan Bayar Royalti

"Di tengah disrupsi teknologi yang berlangsung sangat cepat, media tidak bisa lagi hanya melihat sesama media sebagai kompetitor. Kita perlu memperkuat kolaborasi dan membangun ekosistem yang sehat agar industri media tetap mampu menjalankan fungsi jurnalistiknya secara independen dan profesional," ujar Fathan.

Fathan menambahkan, tanpa adanya kolaborasi dan penguatan organisasi, media akan semakin sulit menghadapi berbagai tantangan mulai dari perubahan perilaku audiens, dominasi platform digital, hingga tekanan ekonomi yang dihadapi industri pers.

Selain membahas penguatan kolaborasi, forum AMSI Jakarta juga menyoroti fenomena menjamurnya media yang tidak menjalankan prinsip-prinsip jurnalistik secara profesional.

Kondisi ini dinilai semakin mempertegas pentingnya keberpihakan terhadap media yang menjalankan fungsi pers secara bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.

Melalui forum ini, AMSI Jakarta menegaskan komitmennya terus mendorong terciptanya ekosistem media yang sehat, profesional, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi digital tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar jurnalisme yang berkualitas.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved