GADGET
Makin Mirip TikTok, YouTube Shorts Uji Ikon Hati dan Sembunyikan Dislike
YouTube tengah menguji ikon hati pada Shorts dan menyembunyikan tombol dislike untuk sebagian pengguna.
Ringkasan Berita:
- YouTube menguji tombol like berbentuk hati pada Shorts.
- Sebagian pengguna melaporkan tombol dislike dipindahkan ke menu lain.
- Perubahan ini memicu perbandingan dengan TikTok dan Instagram Reels.
TRIBUNNEWS.COM - YouTube dilaporkan sedang menguji tampilan baru pada layanan video pendek Shorts.
Dalam uji coba tersebut, tombol like yang selama ini menggunakan ikon jempol diganti menjadi ikon hati.
Selain itu, sebagian pengguna juga melaporkan bahwa tombol dislike tidak lagi muncul di sisi layar seperti biasanya.
Perubahan ini pertama kali diketahui dari laporan sejumlah pengguna di Reddit yang melihat tampilan berbeda saat mengakses YouTube Shorts.
Uji coba tersebut disebut muncul di berbagai platform, mulai dari Android, iPhone, hingga versi web.
Dikutip dari PhoneArena, ikon hati yang menggantikan tombol jempol bekerja dengan fungsi yang sama seperti sebelumnya, yaitu untuk memberikan tanda suka pada video.
Perbedaannya hanya terletak pada desain visual yang kini lebih menyerupai TikTok dan Instagram Reels.
Sementara itu, perubahan yang lebih menarik perhatian pengguna adalah hilangnya tombol dislike dari tampilan utama Shorts.
Sejumlah pengguna yang ikut dalam pengujian melaporkan bahwa tombol tersebut dipindahkan ke dalam menu tiga titik atau menu opsi tambahan.
Meski begitu, perubahan ini tampaknya belum diterapkan secara seragam.
Dalam beberapa tangkapan layar yang beredar, ikon hati dan tombol dislike masih terlihat berdampingan.
Baca juga: Mirip DM Instagram, Fitur Chat Baru YouTube Mulai Meluncur Tapi Terbatas
Hal ini menunjukkan bahwa YouTube kemungkinan sedang menguji beberapa variasi tampilan kepada kelompok pengguna yang berbeda.
Hingga saat ini, YouTube belum memberikan pengumuman resmi mengenai eksperimen tersebut.
Perubahan itu juga belum tercantum dalam halaman eksperimen resmi yang biasanya digunakan perusahaan untuk menginformasikan fitur-fitur baru yang sedang diuji.
Sebenarnya, peran tombol dislike di YouTube sudah berkurang dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2021, YouTube menghapus jumlah dislike yang dapat dilihat publik. Saat itu perusahaan menyatakan bahwa tombol dislike tetap akan tersedia, namun angka total dislike tidak lagi ditampilkan kepada pengguna umum.
Sejak kebijakan tersebut diterapkan, banyak pengguna mempertanyakan efektivitas tombol dislike. Beberapa pengguna Reddit bahkan mengaku masih sering mendapatkan rekomendasi video yang sebelumnya telah mereka beri dislike.
Karena itu, muncul anggapan bahwa fungsi tombol tersebut tidak lagi berpengaruh besar terhadap pengalaman menonton.
Jika uji coba terbaru ini benar-benar diterapkan secara luas, maka Shorts akan semakin mirip dengan TikTok dan Instagram Reels.
Kedua platform tersebut sejak lama menggunakan ikon hati sebagai simbol utama untuk menyukai konten dan tidak menyediakan tombol dislike yang terlihat secara langsung pada tampilan video vertikal mereka.
Meski belum diketahui apakah perubahan ini akan menjadi permanen, langkah tersebut menunjukkan bahwa YouTube terus melakukan penyesuaian pada Shorts untuk bersaing di pasar video pendek yang saat ini didominasi oleh TikTok dan Instagram Reels.
Sampai saat ini, perusahaan belum memberikan jadwal kapan hasil uji coba akan diumumkan atau apakah fitur tersebut akan tersedia untuk seluruh pengguna di masa mendatang.
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-penggunaan-aplikasi-YouTube-di-ponsel.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.