Breaking News:

Wisata Bandung

Pesona Curug Cinulang yang Sejuk di Perbatasan Bandung - Sumedang

Curug Cinulang atau air terjun Sindulang, pesonanya bisa menawar rasa penat dan stres. Lokasinya di perbatasan Bandung - Sumedang.

TRIBUNNEWS.COM - Curug atau air terjun, merupakan alternatif wisata keluarga yang masih banyak diminati. Keberadaan curug di beberapa daerah masih menjadi tujuan para wisatawan untuk me- refresh dari suasana atau kesibukan sehari-hari.

Pemandangan alami seputar curug ditambah udara yang sejuk dan asri, serta suara air yang terjun bebas di atas bebatuan, diyakini mampu menjadi penawar penat yang mujarab. (foto-foto Curug Cinulang atau air terjun Sindulang, klik di sini)

Satu curug yang sudah melegenda di tatar sunda adalah Curug Sindulang atau Curug Cinulang. Curug Sindulang membelah dua wilayah antara Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung. Curug di kawasan ini masuk kategori tertinggi karena mempunyai ketinggian sekitar lima puluh meter. Curug di sini kembar karena memiliki dua curug yang hampir sama persir antara tinggi dan deras airnya. (rute menuju lokasi Curug Cinulang, klik di sini)

Muhamad Akin (90), seorang warga yang masih mewarisi cerita secara turun temurun mengatakan bahwa kata Curug Sindulang mempunyai arti tiga nama. Kata pertama Curug yang berarti air terjun. Kedua Sin yang berasal dari kata Sindang Wangi, dahulu kala kawasan ini merupakan tempat pengolahan teh dari perkebunan yang terdapat di Jatinangor dan sekitarnya, sejak zaman Belanda dan Jepang pengolahan teh ini diberinama Sindang Wangi.

Kata ketiga yakni Dulang, warga setempat menamakan dulang tempat penampungan air yang terjun. Dulang ini membentuk kubangan-kubangan air yang cukup dalam dan dalam bahasa Sunda disebut leuwi. Ada lima leuwi yang ada yakni leuwi bulan, leuwi kacapi, leuwi pariuk, leuwi sawer, dan leuwi cinyawar.

Curug Sindulang merupakan air terjun yang tercipta karena proses patahan bumi yang mematahkan Sungai Citarik. Sungai Citarik sendiri memiliki 24 mata air yang berhulu dari Gunung Kareumbi. Warga percaya jika musim kemarau tiba, Sungai Citarik tidak akan pernah surut dan tetap akan melimpah karena memiliki 24 mata air tersebut. Di Musim Kemarau seperti saat ini Sungai Citarik sangat jernih dan segar. Sebagian warga percaya bahwa air di sini membawa berkah bagi kesehatan. (fam)

Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved