Breaking News:

Cagar Budaya

Cagar Budaya Trowulan Terancam Tinggal Kenangan

Cagar Budaya Trowulan, yang merupakan bekas pusat Kerajaan Majapahit di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, kembali terancam.

Kompas
Cagar budaya Trowulan di Mojokerto, Jawa Timur. 

TRIBUNNEWS.COM - Cagar Budaya Trowulan, yang merupakan bekas pusat Kerajaan Majapahit di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, kembali terancam.

Ditemukan dugaan pemalsuan surat-surat dari pejabat negara yang seolah-olah mendukung pendirian pabrik baja di dekat situs bersejarah dan dilindungi itu.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Aris Sofiyani, saat dihubungi dari Surabaya, Selasa (23/12), mengungkapkan, ada dugaan pemalsuan surat-surat dari pejabat negara yang seolah-olah mendukung pendirian pabrik baja. Padahal, rencana itu telah ditolak warga masyarakat setempat dan BPCB.

Kuasa hukum Aris, Anamanis, mengatakan, Aris membuat laporan polisi di Kepolisian Daerah Jawa Timur yang dicatat bernomor LP/1567/XII/2014/ UM/SPKT, 19 Desember 2014. Laporan itu menyebutkan, Aris melihat dugaan pemalsuan surat-surat resmi pejabat pemerintah yang seolah mendukung pendirian pabrik baja di areal dekat situs Trowulan.

”Saya tidak mengetahui siapa yang memalsukan. Tetapi, saya menerima surat yang saya duga merupakan surat yang dipalsukan itu dari pengusaha tersebut, yang membawanya ke kantor saya dan diberikan kepada saya,” kata Aris dalam siaran pers.

Surat yang diterima Aris itu kemudian dicek ke lembaga dan pejabat di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hasilnya, Aris meyakini ada dugaan tindak pidana pemalsuan.

Setelah laporan dugaan pemalsuan surat ke Polda Jatim, Aris kini justru dilaporkan balik oleh pengusaha pabrik baja itu dengan tuduhan pencemaran nama baik.

”Saya sadar berhadapan dengan kekuatan modal yang mungkin bisa berperilaku membahayakan diri saya. Namun, saya tegas pada pendirian, pemerintah melalui Direktur Jenderal Kebudayaan menetapkan Trowulan sebagai situs sejarah yang dilindungi. Termasuk tak memberi peluang berdirinya pabrik baja, hanya sekitar 500 meter dari salah satu situs,” katanya.

Ditolak warga

Halaman
12
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved