Wisata Kalsel
Sulur Banjar, Lezat Disantap Dengan atau Tanpa Nasi
Sayur ini dimasak oseng-oseng, dengan paduan bumbu dapur tertentu sehingga sedap disantap.
Editor:
Mohamad Yoenus
Laporan Wartawan Banjarmasin Post/Yayu Fathilal
TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Orang Banjar memiliki banyak kuliner khas yang bisa disantap menemani nasi.
Kuliner ini tak hanya mudah ditemui di rumah-rumah, namun juga di warung-warung makan di pinggir jalan.
Di antaranya adalah sulur. Sayur ini dimasak oseng-oseng, dengan paduan bumbu dapur tertentu sehingga sedap disantap.
Sulur adalah sayur oseng-oseng berbahan batang keladi.
Keladi biasanya memiliki batang yang menjulur ke bawah dan di dalam air.

Sulur khas Banjar. (Banjarmasin Post/Yayu Fathilal)
Oleh orang Banjar, bagian batangnya itu disebut sulur.
Untuk diolah menjadi sayur ini, biasanya diambil bagian batangnya yang masih muda dan segar.
Sebelum diolah, sulur dibersihkan dulu kulitnya dengan cara dikelupas agar tak gatal saat dimakan.
Dimasaknya pun cukup mudah.
Cukup dengan campuran bumbu seperti bawang merah, garam dan cabai yang sudah dihaluskan dan sedikit air lalu dioseng dengan sulur yang sudah dibersihkan tadi hingga airnya mengering dan matang, maka sayur ini sudah bisa disantap.
Satu porsi sulur biasanya dijual Rp 10.000.
"Saya hanya menjualnya setahun sekali hanya ketika bulan puasa. Hanya di Pasar Wadai Ramadan ini," ujar seorang pedagang.

Pedagang sulur di Pasar Dawai Banjarmasin. (Banjarmasin Post/Yayu Fathilal)
Di luar bulan puasa, sayur ini juga mudah ditemukan. Biasanya banyak dijual di warung-warung kaki lima atau di rumah makan pinggir jalan di Banjarmasin.
Rasanya ada perpaduan gurih dan pedas serta agak berlendir.
Maklum saja, sulur memang mengandung banyak lendir. Ada rasa pedasnya juga karena sayur ini berbahan cabai.
Salah satu pembelinya adalah Saniah. Sulur adalah salah satu makanan favoritnya.
"Biasanya dimakan dengan nasi, ikan juga sayur lainnya. Mau dimakan tanpa nasi juga enak," ungkapnya.