Travel Story

Sensasi Mendaki Gunung Api Purba di Gunungkidul, Yogyakarta

Di pintu masuk ke pendakian Gunung Api Purba telah disambut dengan bangunan pendopo khas Yogya, dan beberapa ornamen pelengkap, seperti lampu taman.

Sensasi Mendaki Gunung Api Purba di Gunungkidul, Yogyakarta
KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL
Salah satu tanjakan sempit yang harus dilewati pungunjung di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, DI Yogyakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - "Inilah tempat terbaik untuk menikmati matahari terbit di Yogyakarta," ujar Ade, pemandu wisata yang menemani perjalanan kami saat tiba di pintu masuk Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Lokasi itu memang berada di ketinggian, dan meliputi kawasan seluas 48 hektar dari total 762,09 hektar luas Desa Nglanggeran.

Dari Yogyakarta lokasi wisata yang sudah banyak didatangi orang ini berjarak sekitar 25 kilometer.

Tak ada angkutan umum yang sampai di Nglanggeran.

Pengunjung harus menyewa kendaraan sendiri untuk sampai di sini.

Kami pun menyewa kendaraan roda empat yang dikemudikan oleh Ade sekaligus menjadi pemandu kami.

Selesai memarkir kenderaan, kami menuju loket tiket dan membayar biaya masuk sebesar Rp 2.000 per orang dan Rp 5.000 biaya parkir. "Sangat murah," ujar rekan kami dari Manado dengan muka keheranan.

Walau dengan biaya murah seperti itu, pengelolaan wisata di Nglanggeran telah mampu mendatangkan pendapatan sebesar Rp 1,4 miliar pada tahun 2014 dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 325.000 orang.

Sebuah angka fantasitis, jika mengingkat dulunya kawasan ini sering dieksploitasi warga dengan mengambil batu dan menebang pohonnya.

Lewat pendekatan sekelompok anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna, desa ini kemudian disulap menjadi desa wisata dengan konsep pengelolaan ekowisata.

gunung
KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL
Pemandangan Kota Yogyakarta dari celah dua batu raksasa di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, DI Yogyakarta.
Halaman
1234
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved