Wisata Gerhana Matahari Total

Berburu Bayangan, Tema Wisata Gerhana Matahari di Amuntai, Paringin dan Tanjung, 9 Maret

Tiga kota di Kalimantan Selatan yakni Amuntai, Paringin dan Tanjung, bakal dilintasi gerhana matahari total, 9 Maret.

Banjarmasin Post/ Yayu Fathilal
Brosur wisata gerhana matahari total di Kalimantan Selatan dengan tema Berburu Bayangan. 

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN- Fenomena alam gerhana matahari total (GMT) pada 9 Maret 2016 nanti banyak dinantikan masyarakat.

Di Indonesia, ada beberapa kota yang bakal mengalami gerhana matahari sehingga bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri seperti di Palembang, Palangkaraya, Bangka, Belitung, Sampit, Balikpapan, Luwuk, Ternate, Tidore, Palu, Poso dan Halmahera.

Tak hanya di kota-kota itu, bagi yang berada di Kalimantan Selatan juga bisa menyaksikan gerhana matahari total.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan, bakal ada tiga kota di provinsi ini yang mengalami gerhana matahari total, yakni Amuntai, Paringin dan Tanjung.

Diperkirakan gerhana matahari bakal dimulai pukul 07.24 Wita.




Akan tampak total antara satu menit hingga dua menit saja, mulai pukul 08.31 Wita.

Di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kota Paringin, Kabupaten Balangan, gerhana mulai pukul 07.24 Wita, totalnya dari pukul 08.31-08.32 Wita dan berakhir pukul 09.49 Wita.

Sementara di Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong, gerhana bakal dimulai pukul 07.24 Wita, totalnya mulai 08.31-08.33 Wita dan berakhir pukul 09.49 Wita.

Peluang ini pun dimanfaatkan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kalimantan Selatan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke provinsi ini.

Mengusung tema Berburu Bayangan di Kalimantan Selatan, wisata astronomi ini ternyata sangat menarik wisatawan untuk berdatangan.

Disporbudpar sudah mencetak ratusan lembar brosur untuk disebar ke berbagai tempat seperti sekolah, kampus, restoran dan tempat-tempat umum lainnya sebagai bentuk sosialisasi.

“Kami juga menyebarnya di media sosial kami. Banyak yang bertanya-tanya dan tertarik ingin melihat GMT nanti,” ujar Kepala Seksi Pengembangan Pasar Pariwisata Disporbudpar Kalsel, Lenny Yosephani, Rabu (10/2/2016).

Dinas pariwisata di tiga kabupaten itu juga bakal menggelar berbagai kegiatan promosi pariwisata lokal.

“Di Amuntai bakal ada salat gerhana matahari, penampilan seni budaya Islam dan kuliner,” paparnya.

Di Paringin dan Tanjung juga bakal ada salat gerhana matahari.

Selain itu, juga bakal ada kegiatan pendukung lainnya seperti pergelaran musik islami, pengamatan GMT dan gowes sepeda santai di Paringin.



Di Tanjung, kegiatan pendukungnya lebih banyak lagi, yaitu game astronomic untuk pelajar, lari cross country mengejar matahari, pameran kuliner dan kerajinan serta pengamatan GMT.

Selain itu, pihaknya juga bakal mempromosikan berbagai destinasi wisata unggulan di tiga kabupaten itu seperti Masjid Raya Amuntai, Candi Agung, Pasar Kerajinan dan Kerbau Rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Masjid Al-Akbar, Makam Datu Kandang Haji, Gunung Hantanung dan Danau Baruh Bahinu di Kabupaten Balangan dan Islamic Center, Tugu Api, Tanjung Puri dan air terjun Riam Mambanin di Kabupaten Tabalong saat momen GMT nanti.

“Kami menyediakan banyak teropong bintang bantuan dari Kementerian Pariwisata, suvenir seperti payung dan kaus. Ada tenda juga sebagai antisipasi cuaca hujan saat GMT nanti,” katanya.

Bagaimana? Tertarik ingin melihat GMT di Kalimantan Selatan? Apalagi momen ini bisa disaksikan secara gratis.

Ingin informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kantor Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kalimantan Selatan di Jalan Pramuka nomor 4, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kode pos 70249, website: www.disporbudpar.kalselprov.go.id, telepon: 0511-3264511 dan faks: 0511-3264512. (Yayu Fathilal)

Editor: Agung Budi Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved