Breaking News:

Wisata Yogyakarta

Warung Kopi Merapi, Tempat Ngopi yang Lagi Hits, Lokasinya Hanya Berjarak 7 Km dari Puncak Merapi

Di warung sederhana ini, Sumijo menjadikan kopi Robusta dan Arabica yang ditanam di sekitar lereng Merapi sebagai andalannya.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Suasana Warung Kopi Merapi, Yogyakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Daerah Istimewa Yogyakarta bukanlah dearah yang dikenal dan memiliki sejarah yang kuat mengenai tanaman kopi.

Meskipun demikian, Yogyakarta bukanya sama sekali tidak memiliki potensi kopi yang bisa dikembangkan.


Warung Kopi Merapi. (Tribun Jogja/Hamim)

Beberapa wilayah di Yogyakarta ditumbuhi tanaman kopi dengan subur, seperti di wilayah perbukitan Menoreh Kulonprogo, dan juga wilayah lereng Gunung Merapi.

Kedua wilayah tersebut menghasilkan kopi dengan citarasa khas.

Bahkan kopi dari Lereng Merapi yang dikenal dengan sebutan Kopi Merapi saat ini telah mulai banyak dikenal para penggemar kopi.

Diungkapkan Sumijo salah satu petani kopi di lereng Merapi, tanaman kopi sebenarnya telah ada di wilayah tersebut sejak masa penjajahan Belanda.

"Karena ditanam di lereng gunung berapi yang aktif, maka hingga saat ini cukup sulit menemukan perkebunan kopi dengan pohon kopi yang berukuran besar. Letusan Merapi yang berulang kali, sering menghancurkan kebun kopi di lereng Merapi," ujarnya.

Untuk mengenalkan kenikmatan kopi Merapi, pada tahun 2010 yang lalu, lelaki yang juga menjabat sebagai ketua Koperasi Kebun Makmur (yang menaungi para peteni kopi di Sleman) ini mendirikan Warung Kopi Merapi.


Kopi susu merapi. (Tribun Jogja/Hamim)

Belum sempat beroperasi warung bersama rumahnya hancur tersapu material letusan tahun 2010.

Halaman
1234
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved