Wisata Gerhana Matahari Total
Empat Cara Aman Melihat Gerhana Matahari Total
Mungkin masih ada beberapa warga yang masih ragu untuk mengamati gerhana matahari pada 9 Maret 2016 nanti.
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Rona Rizkhy Bunga Chasana
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Mungkin masih ada beberapa warga yang masih ragu untuk mengamati gerhana matahari pada 9 Maret 2016 nanti.
Jangan khawatir, Anda tak usah ragu untuk keluar dan mengamati fenomena yang langka ini.

Memandang gerhana matahari dengan kacamata khusus. (Instagram/eyehornbill)
Hanya saja pengamatan terhadap gerhana matahari tentunya juga harus dilakukan dengan aman.
Pasalnya, sinar matahari, baik saat gerhana maupun tidak, tetap berbahaya bagi mata kita.
Apalagi Yogyakarta merupakan daerah yang akan mengalami gerhana matahari sebagian bukan total.
Secara otomatis, cahaya matahari masih terpancar saat gerhana.
"Seperti yang diungkapkan Dr. Mahasena Putra Kepala Observatorium Bosscha, bahwa mata manusia tidak kuat melihat cahaya dengan intensitas yang tinggi dalam waktu yang cukup lama," ujar Toni Kus Indratno, Peneliti Pusat Studi Astronomi dan dosen Pendidikan Fisika UAD.
Toni Kus Indratno menambahkan bahwa sinar matahari (dengan panjang gelombang 380 nm) akan langsung ditransmisikan ke retina mata.

Ramai-ramai memandang gerhana matahari. Sebaiknya pakai kacamata khusus. Atau kalau mata telanjang, jangan terlalu lama. Harus sering jeda. (Instagram sirius_canopus)
Berdasarkan fisiologi struktur mata, cahaya matahari khususnya komponen UV merupakan penyebab terjadinya reaksi kimia yang mempercepat penuaan lapisan mata, membuat katarak.
Atau dalam kondisi menatap langsung matahari dapat menyebabkan retina terpanggang.
Untuk itu ada 4 cara aman yang bisa kita lakukan untuk melihat gerhana matahari, jelas Toni Kus Indratno.
1. Anda bisa menggunakan filter matahari. Filter matahari yang disarankan adalah filter ND 5 yang berarti neutral density 5.
Jadi sinar matahari yang diteruskan oleh filter tersebut ke mata kita hanya seperseribu persen dari sinar matahari asalnya.
Sehingga, mata kita nyaman dan aman untuk melihat matahari.
2. Cara kedua yaitu menggunakan kacamata matahari dengan filter matahari jenis ND5 yang mereduksi cahaya matahari sampai 105 kali.
Namun, durasi ketika menatap matahari juga harus diperhatikan. Maksimal melihat hanya 2 menit saja.
3. Pengamatan menggunakan teknik lubang jarum atau pinhole juga merupakan cara yang aman.
Cara ini dilakukan dengan melewatkan cahaya matahari melalui ruang sempit kemudian diproyeksikan pada sebuah bidang datar yang gelap.
Pada bidang datar inilah, akan tampak proses gerhana matahari.
4. Jika ketiga cara diatas masih tidak mampu membuat masyarakat berani untuk menyaksikan secara langsung, maka masyarakat bisa melihat gerhana matahari secara streaming.
Dengan menyaksikan melalui live streaming kita tidak hanya bisa melihat gerhana di titik kita berada saja, namun bisa melihat gerhana dari berbagai tempat.
Di Yogyakarta yang telah melakukan persiapan streaming adalah tim gerhana UAD.
Sejumlah dua buah teleskop celestron yang disambungkan dengan kamera DSLR disiapkan untuk proses streaming nasional.
Hasil dari tangkapan teleskop tersebut bisa diakses di web http://gerhana-indonesia. id/id/live-straming. Selain itu terdapat beberapa web yang bisa masyarakat akses yaitu http://media.kominfo. go.id, http://lapan.go.id, htt p://pastron.uad.ac.id/GMT2016.
"Mari kita sambut dan amati gerhana matahari dengan bahagia dan diakhiri pula dengan bahagia tanpa gangguan pada kesehatan mata," tambah Toni Kus Indratno. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/persiapan-jelang-momen-gerhana-matahari-di-medan_20160307_205027.jpg)