Giliran Cruise MV Artania Merapat ke Sabang Bawa 700 Turis Mancanegara

Kota Sabang kembali dikunjungi sebuah kapal pesiar mewah

Giliran Cruise MV Artania Merapat ke Sabang Bawa 700 Turis Mancanegara
wikipedia.org/wiki/MV_Artania

“Berkat terobosan berani Menpar Arief Yahya, kini kapal pesiar atau cruise sudah bisa bebas menaik-turunkan penumpang di pelabuhan-pelabuhan kota besar di Indonesia. Ini memberi banyak manfaat untuk daerah,” tambah Reza.

Reza tak asal bicara. Karena setelah seremoni penyambutan, sebagian besar penumpang dan awak kapal berkeliling dan menikmati keindahan Kota Sabang.

Berkeliling ke pantai dan mengunjungi tugu kilometer 0 menjadi spot favorit penumpang MV. Artania. Dan bagi yang suka petualangan, penumpang dan kru bisa merasakan sensasi naik becak bermotor serta mengayuh sepeda.

“Banyak juga yang memilih berjalan kaki dengan pasangan atau teman-temannya menikmati keramahan masyarakat Sabang dan keindahan Kota Sabang,” tambah Reza.

Ada multiflier effect yang tercipta. Karena penumpang dan kru yang turun dari kapal pesiar umumnya tak segan membelanjakan uangnya.

Dari mulai sewa becak bermotor, sepeda, beli barang dari stand kerajinan lokal yang mereka kunjungi, cindera mata khas Aceh, sampai kopi asli Aceh, semua laris dibeli turis-turis tadi.

“Untuk tahun ini, sudah 16 kali kapal pesiar yang merapat ke Sabang. Dan ini merupakan keuntungan bagi masyarakat Sabang yang sebagian di antaranya terlibat di ekonomi pariwisata,” kata dia.

Dan setelah delapan jam hotel berjalan ini merapat di pelabuhan Teluk Sabang, MV. Artania kembali meneruskan perjalanan menuju Madagaskar, Panama, melalui Selat Malaka.

Menpar Arief Yahya menyebut, deregulasi bidang pariwisata terus dibenahi dan disempurnakan. Di cruise atau kapal pesiar ada asas cabotage yang sudah dicabut, sehingga kapal-kapal pesiar besar bisa merapat ke pelabuhan di Indonesia, juga bisa menaik turunkan penumpang.

"Ini harus terus dipromosikan dan diinformasikan ke pelaku bisnis cruise di seluruh dunia, terutama operator yang punya jalur ke Sungapore, Hongkong, Australia, dan lainnya," katanya.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved