Breaking News:

Menilik Perkembangan Kereta Api Indonesia dari Masa ke Masa

Kereta api adalah salah satu yang paling memiliki nilai sejarah berhubungan dengan Indonesia. Keberadaannya di Tanah Air sudah ada sebelum kemerdekaan

Editor: Content Writer

Bicara tentang transportasi publik, kereta api adalah salah satu yang paling memiliki nilai sejarah berhubungan dengan Indonesia. Keberadaan kereta api di Tanah Air sudah ada jauh sebelum kemerdekaan. Dalam catatan sejarah, kereta api telah membantu mobilitas masyarakat bahkan sejak era kolonial, tepatnya pada masa Tanam Paksa.

Sesuai semboyan “Jasmerah” pada pidato Bung Karno (Ir. Soekarno) dalam rangka HUT RI  tahun 1966, kita “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah” apalagi sejarah kereta api yang telah banyak memajukan kehidupan masyarakat di Tanah Air. Oleh karena itu, kini sempatkan waktu untuk menilik perkembangan kereta api Indonesia dari masa lampau hingga masa sekarang.

1. Tahun 1867, operasional perdana kereta api di Indonesia
Berdasarkan catatan sejarah, kereta api Indonesia pertama kali beroperasi untuk umum pada Sabtu, 10 Agustus 1867. Perjalanan perdana ini menghubungkan Desa Kemijen di Semarang Timur dengan Desa Tanggungharjo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melalui relasi Stasiun Samarang – Stasiun Tanggung.

Panjang lintasan saat itu mencapai 27 kilometer. Pada operasi perdana, kereta api ini singgah di Stasiun Alas Tua dan Stasiun Brumbung sebelum akhirnya berhenti di tujuan akhirnya. Pengoperasian kereta api perdana ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan militer dan mobilitas hasil bumi Belanda di Kota Semarang pada masa itu.

2. Jawa punya jalur transportasi terlengkap pada masa kolonial Belanda
Pulau Jawa merupakan kawasan Nusantara yang dapat dikatakan “paling dijajah” dibanding pulau lainnya. Selama masa penjajahan, pemerintah kolonial rajin membuka jalur kereta api di sepanjang Pulau Jawa untuk memudahkan mobilisasi hasil bumi dan keperluan militer.

Hal tersebut menjadikan Pulau Jawa punya jalur transportasi paling lengkap pada masanya. Kota-kota di Jawa terhitung sudah terhubung melalui jalur kereta api, bahkan jauh sebelum proklamasi diresmikan. Sementara itu, di masa yang sama pembukaan jalur kereta untuk Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi, dan sekitarnya barulah sebatas rencana.

3. Tahun 1925, kereta listrik pertama di Tanah Air beroperasi
Teknologi kereta api listrik masuk di Indonesia pertama kalinya pada tahun 1925. Kereta api tersebut menggunakan lokomotif listrik seperti ESS 3201 dan beroperasi pertama kali di kawasan Jabodetabek. Elektrifikasi jaringan rel keretanya sendiri telah dibangun pada tahun 1923 oleh perusahaan Electrische Staats Spoorwegen (ESS) yang merupakan bagian perusahaan kereta api Batavia khusus mengelola sarana, prasarana, dan operasional kereta listrik.

Awal mulanya, kereta listrik pertama memiliki julukan “si Bon-Bon” atau “Djokotop”. Sepanjang tahun 1926 hingga tahun 1970-an, si Bon-Bon melayani relasi Tanjung Priok – Jatinegara (dulunya bernama Meester Cornelis) dan berlanjut melayani relasi Depok – Bogor (dulunya bernama Buitenzorg). Menariknya, pengoperasian kereta listrik di Jakarta pada saat itu menjadi salah satu tonggak bermulanya sistem transportasi massal modern di Asia.

4. Tahun 1953, dieselisasi meramaikan industri kereta api Indonesia
Perkembangan teknologi kereta api di Tanah Air selanjutnya tercatat di tahun 1953. Pada masa itu, terjadi dieselisasi di mana lokomotif uap beralih menjadi lokomotif diesel. Peralihan tersebut ditandai dengan datangnya lokomotif CC200 ke Indonesia dari Amerika Serikat.

Lokomotif produksi General Electric tahun 1953 ini menjadi kereta diesel elektrik dengan kabin ganda pertama di Tanah Air. Kereta ini juga berjasa mengangkut rombongan peserta Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang terlaksana di Kota Bandung. Saat ini, lokomotif bersejarah tersebut menjadi salah satu koleksi unggulan Museum Kereta Api Ambarawa di Semarang.

5.Industri kereta api Tanah Air semakin berkembang di usia 1,5 abad
Saat ini, industri perkeretaapian Tanah Air sudah memasuki usia 150 tahun. Di usia sepuh tersebut, eksistensi kereta api kita malah semakin berkembang. Hal tersebut terlihat dari gencarnya pembukaan jalur baru di berbagai pulau di Tanah Air dan proyek peningkatan infrastruktur.

Di sisi lain, perkembangan yang juga semakin pesat adalah sistem pemesanan tiket. Saat ini, proses pemesanan tiket kereta api menjadi sangat mudah dan cepat berkat adanya kecanggihan teknologi. Salah satu bukti nyata dapat Anda lihat dari kehadiran fitur-fitur di aplikasi mobile Traveloka, yang menawarkan tiga fitur yang menjadikan proses pemesanan tiket kereta api semakin mudah.

Fitur Passenger Quick Pick memungkinkan pengguna untuk mengisi data penumpang dengan cepat, karena informasi tersebut dapat disimpan di sistem Traveloka sehingga pembeli tiket tak perlu lagi mengetik data secara manual. Hadir pula fitur Kartu Saya (My Cards), yang dapat digunakan untuk menyimpan data hingga tiga kartu kredit, menjadikan transaksi dengan kartu kredit lebih praktis.

Kini, Traveloka juga hadir dengan Saldo UANGKU, sebuah dompet online yang dapat Anda top-up hingga nominal Rp1 juta dan menjadi alat pembayaran untuk transaksi, termasuk saat membeli tiket kereta api.

Tentunya, kemudahan tersebut juga sangat pas Anda gunakan untuk menyambut musim mudik Lebaran yang semakin dekat. Di Traveloka, tiket kereta api tersedia hingga 90 hari atau tiga bulan sebelum tanggal keberangkatan, sehingga Anda tak perlu khawatir kehabisan tiket, karena dapat memesan sedini mungkin. Pastikan Anda memanfaatkan fitur-fitur canggih yang ada di Traveloka demi proses membeli tiket kereta yang lebih cepat, mudah, dan aman. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved