Wuihh, Di Dusun Ini Ada Bibit Alpukat Berharga, Ini Lho Keistimewaannya

Ketika berkunjung ke sana, bakal terlihat sangat jelas dan terjawab mengapa dusun tersebut disebut sebagai Dusun Alpukat.

Wuihh, Di Dusun Ini Ada Bibit Alpukat Berharga, Ini Lho Keistimewaannya
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Seorang petani sedang mengecek proses pembibitan tanaman alpukat di Dusun Alpukat, Dusun Kalibening Desa Kebondalem Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang, Selasa (18/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN - Mungkin sebagian dari masyarakat, ada yang belum mengetahui apabila selama ini Dusun Kalibening Desa Kebondalem Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang menjadi sentral tanaman alpukat.

Ketika berkunjung ke sana, bakal terlihat sangat jelas dan terjawab mengapa dusun tersebut disebut sebagai Dusun Alpukat. Dusun yang berpenduduk sekitar 70 kepala keluarga (KK) membudidayakan tanaman alpukat itu.

Tak sekadar menanam, tetapi mulai dari awal. Yakni pembibitan hingga penjualan hasil panen buah alpukat. Termasuk juga hasil turunannya seperti bubuk biji alpukat maupun jus alpukat. Dan apabila dirata-rata setiap warga memiliki sekitar 20 pohon.

“Rata-rata kami memanfaatkan lahan metode tumpangsari. Di sini, usia 3 tahun pohonnya sudah berbuah. Dan untuk pohon yang berusia sekitar 7 tahun, sekali panen bisa mencapai 8 kuintal buah alpukat. Dalam setahun rata-rata 2-3 kali panen,” tutur Kepala Dusun (Kadus) Kalibening, Mulyanto.

Kepada Tribunjateng.com, Selasa (18/9/2018), Mulyanto menerangkan, tidak sekadar menjual hasil panen dari budidaya tanaman alpukat. Warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Rahayu I Dusun Kalibening juga menjual bibit-bibit unggul.

“Ada 2 jenis bibit alpukat unggul yang kami miliki. Yakni alpukat Si Manis dan Kalung. Keduanya pun telah memiliki Tanda Daftar Varietas Tanaman Lokal dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian pada Juni 2017 lalu,” terangnya.

Untuk harga bibit, lanjutnya, bervariasi. Harga paling rendah adalah Rp 30 ribu per bibit. Di Kalibening juga ada bibit alpukat seharga Rp 1,5 juta. Dimana dalam 1 bibit bisa tumbuh 3 jenis alpukat, yakni Si Manis, Kalung, dan Kendil. Tingginya sekitar 2 meter dan siap berbuah.

“Penjualan rata-rata masih di sekitar Kabupaten Semarang. Tetapi kami juga sedang mengembangkan pemasarannya secara online baik itu hasil panen (buah), bibit, maupun produk olahannya. Kini sudah sampai ke luar Pulau Jawa,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk keistimewaan pada produk unggulan seperti Alpukat Si Manis maupun Kalung, dari sisi tampilan kulit lebih mengkilap seperti divernis. Buah besar, kulit tipis atau daging lebih tebal. Tekstur lebih lembut dan rasa dijamin manis.

“Dan seluruh bibit yang kami jual bersama kelompok tani tersebut bisa ditanam di media apa saja dan di dataran apa saja. Di pot bisa. Di dataran rendah maupun tinggi bisa. Hanya tinggal perawatannya. Kalau hendak berkonsultasi kepada kami pun bisa,” tuturnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Apa Istimewanya, di Dusun Ini Bibit Alpukat Ada yang Dibandrol Seharga Rp 1,5 Juta,

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved