Breaking News:

Intip Makna Tradisi Pawai Ogoh-ogoh di Perayaan Hari Raya Nyepi 2019

Hari ini Kamis (7/3/2019) merupakan Hari Raya Nyepi yang diperingati Umat Hindu.

TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
PAWAI OGOH-OGOH. Peserta pawai menggotong ogoh-ogoh saat berlangsung pawai ogoh-ogoh di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Sabtu (2/3/2019). Pawai yang diikuti 25 komunitas tersebut untuk menyambut hari raya Nyepi yang akan jatuh pada 7 Maret mendatang. TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI *** Local Caption *** Ogoh-ogoh Kuasai Malioboro Yogyakarta 

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

TRIBUNNEWS.COM - Hari ini Kamis (7/3/2019) merupakan Hari Raya Nyepi yang diperingati Umat Hindu.

Biasanya menyambut hari suci ini, ratusan ogoh-ogoh akan diarak dalam parade perayaan Hari Raya Nyepi.

Ogoh-ogoh merupakan sebuah karya seni dengan berbagai bentuk dan ukuran menyerupai buta kala, atau makhluk mitologis Bali.

Dalam mitologi Hindu, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok raksasa yang jahat.

Ia nggak segan mengganggu kestabilan dan kedamaian di sekeliling manusia.

Kata Bhuta dan Kala sendiri punya arti energi yang mengakibatkan kegelapan.

Bhuta Kala sendiri merupakan ciptaan dari Bhatara Siwa atau Dewa Siwa.

Ia berhasrat menciptakan alam semesta dengan mengutus keempat putranya, Sang Korsika, Sang Garga, Sang Maitridan dan Sang Kurusya.

Sayang, karena gagal, ia pun mengutuk mereka menjadi Bhuta Kala.

HALAMAN SELANJUTNYA >>>>

Editor: Arif Setyabudi Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved