Pariwisata Sri Lanka Lesu Pasca Teror Bom, Pantai Sepi hingga Banyak Pesanan Hotel Dibatalkan

Industri pariwisata di Sri Lanka mengalami kerugian karena pembatalan dari para pelancong yang ingin menikmati eksotisme pulau di Samudra Hindia itu.

Pariwisata Sri Lanka Lesu Pasca Teror Bom, Pantai Sepi hingga Banyak Pesanan Hotel Dibatalkan
One Mile at a Time
Bandaranaike International Airport, Sri Lanka. 

TribunTravel.com/Rizky Tyas 

TRIBUNNEWS.COM - Industri pariwisata di Sri Lanka mengalami kerugian karena pembatalan dari para pelancong yang ingin menikmati eksotisme pulau di Samudra Hindia itu.

Banyak turis membatalkan renaca perjalanan mereka ke Sri Lanka pasca pemboman bunuh diri yang menewaskan lebih dari 250 orang dua minggu lalu.

Bom bunuh diri yang dicurigai dari kelompok-kelompok radikal yang kurang dikenal di Sri Lanka menyerang gereja-gereja dan hotel-hotel mewah di negara itu pada hari Minggu Paskah, menewaskan para jamaah, turis dan keluarga mereka.

Pariwisata, yang menyumbang 5 persen dari produk domestik bruto negara itu, kini lesu akibat wisatawan dari seluruh dunia membatalkan pemesanan hotel dan penerbangan mereka.

Sri Lanka
Sri Lanka (triphints.ru)

Turis merasa khawatir jika terjadi lebih banyak serangan dan ancaman terjadi di Sri Lanka.

Dilansir AsiaOne.com, Minggu (5/5/2019), "ini merupakan pukulan besar bagi ekonomi negara, juga industri pariwisata," kata Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu (4/5/2019)

Pemesanan hotel turun rata-rata 186 persen selama seminggu setelah serangan, menurut data dari konsultasi perjalanan ForwardKeys.

Penurunan lebih dari seratus persen menunjukkan lebih banyak pembatalan daripada pemesanan.

Tingkat pembatalan di hotel-hotel di seluruh negeri rata-rata 70 persen pada Sabtu.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Penulis: Rizky Tyas Febriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved