15 Menit Merasakan Sensasi Melayang-Layang di Gunung Banyak

Paralayang termasuk olahraga ekstream yang memacu adrenalin dan pantang takut ketinggian. Walau ekstrem, Paralayang kini banyak digemari

15 Menit Merasakan Sensasi Melayang-Layang di Gunung Banyak
Theresia Felisiani/tribunnews.com
Jika tengah berkunjung ke Kota Apel Malang, wisatawan patut mencoba sensasi melayang-layang sambil menikmati hamparan hijau Gunung Banyak dengan ketinggian 1.326 ‎mdpl. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, BATU- Paralayang termasuk olahraga ekstream yang memacu adrenalin dan pantang takut ketinggian. Walau ekstrem, Paralayang kini banyak digemari dan menjadi potensi wisata.

Jika tengah berkunjung ke Kota Apel "Malang", wisatawan patut mencoba sensasi melayang-layang sambil menikmati hamparan hijau Gunung Banyak dengan ketinggian 1.326 ‎mdpl.

Wisata paralayang ini sebenarnya sudah masuk Kabupaten Malang namun juga berbatasan dengan Kota Batu yang identik dengan suhu dinginnya.

‎Untuk mencapai puncak Gunung Banyak, wisatawan harus melewati jalanan beraspal dengan tanjakan dan belokas khas pegunungan.

Di samping kiri dan kanan, wisatawan dapat menikmati ‎hijaunya pohon pinus yang menjulang tinggi.

Sesampainya di atas, wisatawan bakal dibuat takjup dengan sensasi indahnya Kota Batu dari ketinggian plus udara dingin nan sejuk.

Bagi wisatawan yang penasaran dengan terbang bebas melayang, bisa langsung mendatangi tempat pendaftaran untuk naik Paralayang.

wan patut mencoba sensasi melayang-layang sambil menikmati hamp
Jika tengah berkunjung ke Kota Apel Malang, wisatawan patut mencoba sensasi melayang-layang sambil menikmati hamparan hijau Gunung Banyak dengan ketinggian 1.326 ‎mdpl.

Apabila sudah biasa terbang sendiri, bisa terbang sendiri. Namun jika belum pernah, wajib didampingi instruktur yang berpengalaman atau tandem.

Adapun tarif yang ditawarkan sekitar Rp 450 ribu untuk tandem.‎ Selama sekitar 15 menit, wisatawan bakal dibawa melayang-layang menikmati hamparan hutan serta pertanian warga.

Jangan khawatir dengan keselamatan karena para instruktur disini sangat berpengalaman. Mereka bahkan sering melatih para atlet serta anggota Polri untuk terjun payung.

Satu diantaranya adalah Ali (59) tahun, meski usianya tidak lagi muda namun jam terbang Ali untuk paralayang dan terjun payung tidak bisa diragukan.

Ali biasa bergabung dengan Brimob Polda Jawa Timur untuk aksi-aksi terjun payung. Selain mahir terjun payung, Ali juga jago menyelam.

"Paralayang di Gunung Banyak ini sudah terkenal, beberapa atlet sering latihan disini. Warga juga banyak yang mencoba," ucap Ali saat ditemui akhir pekan ini.

‎Puas terbang, wisatawan bisa juga berkunjung ke lokasi yang lain yakni "Omah kayu" atau rumah pohon yang biasa menjadi spot foto maupun menginap. Tarif sewa‎ Omah Kayu rata-rata Rp 350 ribu saat hari biasa dan Rp 450 ribu saat akhir pekan.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved