Komitmen Sarirasa Grup Memperkenalkan Keanekaragaman Warisan Kuliner Indonesia

Sarirasa Grup juga berkomitmen untuk membantu menjaga kelestarian bumi dengan melaksanakan kampanye untuk mengurangi penggunaan pelastik.

Komitmen Sarirasa Grup Memperkenalkan Keanekaragaman Warisan Kuliner Indonesia
Tribunnews.com/Larasati Dyah Utami
Display makanan di perayaan HUT ke-45 Sarirasa Grup, Bale Nusa Sate & Seafood Khas Senayan, Pakubowono, Jakarta, Jumat (11/10/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di HUT ke-45, Sarirasa Grup berkomitmen untuk memperkenalkan keanekaragaman warisan kuliner Indonesia.

"Di Indonesia, makanan bermakna lebih dari sekedar bahan pangan, tapi juga mencerminkan adat istiadat dan sejarah bangsa" ujar Innez Junianthy, Marketing Communication CV Sari Rasa Nusantara, Jumat (11/10/2019)

Tagline 'Berbagi Cerita Tentang Rasa' jadi bukti Sarirasa Grup tetap konsisten menggabungkan resep tradisional dengan inovasi yang menghasilkan citarasa asli Indonesia.

Baca: 9 Kuliner Khas Cianjur, Ada Sate Maranggi hingga Laksa

Baca: Gara-gara Postingan Nyinyir Sang Istri, Perwira TNI Ditahan dan Dicopot dari Jabatannya

Baca: Jokowi Diharapkan Beri Kejutan Saat Umumkan Nama Menteri

Baca: Cari Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Murah dan Enak? Ini 10 Rekomendasinya

"Saya akan sedikit meriview makanan yang ada di sini. Kalau di Sate Khas Senayan, favoritnya kita ada sate ayam. Kalau di Tesate kita ada iga sate paniki, tapi kalau anak muda biasanya suka rujak pengantin" ujar Innez

Innez juga menjelaskan makna logo yang 45 pada perayaan ulang tahun Sarirasa Grup yang diselenggara di Bale Nusa Sate & Seafoop, Pakubowono, Jakarta itu.

"Dalam logo ini di angka 4 melambangkan seorang ibu dan angka 5 nya seorang anak. Jadi 45 ini menggambarkan sorg ibu yg memberikan sate atau makanan ke anaknya. Maksudnya dari generasi ke generasi" ujar Innez

Sarirasa Grup juga berkomitmen untuk membantu menjaga kelestarian bumi dengan melaksanakan kampanye untuk mengurangi penggunaan pelastik.

"Kita sudah mulai mengganti pelastik dengan paper bag. Dari sedotan sendiri kita menggantinya dengan paper straw. Sampah restoran kita juga kita olah menjadi kompos yang kita gunakan lagi untuk pupuk tanaman" ujar Innez.

Dalam acara tersebut juga ditampilkan berbagai macam display makanan khas nusantara, diantaranya; sate ayam, nasi kuning campur, kepiting tumis pucung, iga sapi paniki, mi panjang umur dan wedang ronde

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved