Jokowi Kuliah di UGM Yogyakarta, Warung Makanan Ini Jadi Langganannya

Presiden Joko Widodo kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Warung makan SGPC kerap menjadi tempat makan langganan Jokowi.

KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA
Warung Sego Pecel atau SGPC Bu Wiryo di kawasan Selokan, Yogyakarta. Warung dengan menu utama sego pecel ini merupakan legenda di kalangan para alumni Universitas Gadjah Mada (UGM). 

"Warungnya (Bu Wiryo) kan dekat dengan Fakultas Kehutanan, Saya lihat dulu itu Pak Jokowi (ke warung) itu jalan kaki. Orangnya sederhana, seadanya, halus, santai," bebernya.

Beberapa menteri pemerintahan Joko Widodo yang dahulu kuliah di UGM pun pernah menyantap Sego Pecel Bu Wiryo.

"Banyak (yang mampir), ada Pak Pratikno, Bu Retno Marsudi, Pak Basuki Hadimuljono, Pak Budi Karya Sumadi. Banyak, itu belum yang wakil dan staf-staf, guru besar," kata Sudadi.

Ingat, masih ada utang...

Seiring berjalanya waktu, lanjutnya, ada kebijakan bahwa kawasan UGM bersih dari pedagang kaki lima.

Karenanya, pada akhir tahun 1994, warung SGPC Bu Wiryo pindah ke Jalan Agro CT VIII A-10 Klebengan, Selokan Mataram.

"Sudah diberi tahu, sewaktu-waktu (kalau lahan) dibutuhkan, segera pindah. Tapi sebelum itu memang Bu Wiryo sudah punya lahan di sini (Jalan Agro CT VIII A-10 Klebengan, Selokan Mataram)," ungkapnya.

Warung Sego Pecel atau SGPC Bu Wiryo di kawasan Selokan, Yogyakarta.

Di tempat yang baru, warung SGPC Bu Wiryo sudah berbentuk bangunan bata.

Hanya memang waktu itu belum seluas warung SGPC Bu Wiryo saat ini. Meski pindah tempat, warung SGPC Bu Wiryo masih laris manis.

Para mahasiswa hingga alumni tetap banyak yang datang untuk menikmati menu Sego Pecel Bu Wiryo yang legendaris.

Setiap kali liburan, para alumni UGM selalu menyempatkan waktu untuk datang.

Menurut mereka, kembali ke Yogyakarta kurang lengkap jika tidak menyantap SGPC Bu Wiryo.

Sering para alumni datang di warung SGPC Bu Wiryo untuk nostalgia menyantap sego pecel sambil mengingat masa-masa saat kuliah di UGM.

"Katanya kalau ke Yogya, atau ada kegiatan di UGM SGPC itu wajib. Belum ke SGPC, bilangnya 'belum sah'," imbuhnya.

Sudadi lalu menuturkan, suatu kali pernah ada reuni alumni digelar di warung baru.

Sewaktu melakukan pembayaran di kasir, uang yang diberikan lebih dari jumlah yang seharusnya.

Ternyata, alumni tersebut masih ingat, dulu saat kuliah pernah makan SGPC Bu Wiryo tetapi bayarnya kurang.

"Ya karena keadaan mahasiswa dulu kan ekonomi sulit, uang habis, kiriman (uang dari orangtua) belum datang, makan tiga bayarnya dua. Waktu datang ke sini bayar itu berlipat-lipat," ujarnya.

Pernah juga ada alumni UGM yang sudah berusia lanjut mencari SGPC Bu Wiryo.

Dia sampai berkeliling UGM untuk mencari tahu lokasi warung SGPC Bu Wiryo saat ini.

"Orangnya sudah tua sekali, jalan saja dibantu. Katanya, kangen ingin makan SGPC Bu Wiryo. Tanya-tanya lokasinya terus sampai sini, pas makan cerita kalau dulu waktu muda, zaman kuliah makan SGPC," tutur Sudadi.

Saat ini, SGPC Bu Wiryo sudah memiliki sekitar 14 karyawan.

SGPC Bu Wiryo buka dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

"Buka jam 6 pagi, tapi menu baru komplit jam 6.30 WIB. Jam makan siang itu ramai, hari libur itu ramai sekali, ya alumni, orang umum banyak," ungkapnya.

"Ya kalau hari biasa sekitar 100 orang ada. Hari libur ya bisa lebih dari itu," pungkasnya.

Sudadi lalu menuturkan, Bu Wiryo sudah berpulang pada tahun 1995. Sepeninggal Bu Wiryo, usaha sego pecel diteruskan oleh anak-anaknya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "SGPC Bu Wiryo, Memori Jokowi dan Alumni UGM di Sepiring Sego Pecel".

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved