Pisang Goreng Madu Bu Nanik Butuh 12 Tahun Ekspansi Keluar Daerah

Pendiri usaha Kecil Menengah, Pisang Goreng Madu Bu Nanik, yaitu Ibu Nanik Soelistiowati, mendorong UKM Indonesia untuk melebarkan sayap bisnisnya

Pisang Goreng Madu Bu Nanik Butuh 12 Tahun Ekspansi Keluar Daerah
dok. Media Buffet PR
Dari kiri ke kanan: Bryant Christanto - Nanik Soelistiowati - Michelle K Molloy - Tuti Mochtar - Johari Zein 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendiri usaha Kecil Menengah, Pisang Goreng Madu Bu Nanik, yaitu Nanik Soelistiowati, mendorong UKM Indonesia untuk melebarkan sayap bisnisnya.

UKM Indonesia dikatakannya tidak perlu takut untuk ekspansi, asal dihitung dengan cermat dan  berkolaborasi dengan partner yang tepat.

Motivasi ini disampaikan Bu Nanik dalam acara coffee talks #NgobrolUKM pada Selasa (19/11/2019), yang diadakan oleh startup logistik berbasis teknologi pelopor same day delivery antarkota antarprovinsi, Paxel.

Permintaan konsumen luar kota akan Pisang Goreng Madu Bu Nanik yang semakin tinggi, akhirnya membuat Bu Nanik memberanikan diri untuk ekspansi usahanya keluar Jabodetabek mulai Oktober 2019 lalu.

Ia mengaku butuh waktu 12 tahun untuk akhirnya berani ekspansi keluar daerah.

“Untungnya saya ketemu partner yang pas bisa mewujudkan rencana ekspansi. Tadinya tidak terpikir bagaimana pisang goreng saya bisa sampai ke Surabaya malah Bali, dalam kondisi masih baik. Sampai akhirnya ketemu Paxel,” ujar Bu Nanik.

Menurutnya ekspansi keluar daerah bukan cuma soal penjualan. Tapi menjangkau lebih banyak konsumen nun jauh, dengan produk yang UKM produksi.

Pisang Goreng Madu Bu Nanik sendiri awalnya diproduksi karena ingin membuat cemilan enak dan manis bagi sang ibu yang menderita diabetes.

“Akhirnya, saya mengganti gula dengan madu, rasa pisang goreng madu pun lebih enak dan lebih renyah. Di awal berjualan pisang goreng madu sangat susah untuk meyakinkan konsumen karena penampilannya tidak cantik. Ngapain sih jualan makanan gosong, katanya, dikasih tester aja pada nolak. Makanya pisang goreng madu saya sebut ‘Si Hitam Manis’," jelasnya.

Sebelumya, dalam sehari Bu Nanik biasa mengirimkan tiga ton pisang mentah untuk area Jabodetabek. Setelah berekspansi, meningkat menjadi empat ton pisang mentah sehari.

Artinya, terjadi peningkatan hingga 33% pengiriman pisang mentah dalam sehari.  Pisang Goreng Madu Bu Nanik, kini sudah bisa dinikmati di 12 kota daerah Jawa - Bali. Ekspansi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) kuliner ini dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan logistik pelopor same day delivery antarkota di Indonesia, Paxel.

Menurut Executive Advisor Paxel yang juga pengusaha kawakan, Johari Zein, ekspansi bisnis itu harus berdasarkan rencana matang bukan sekedar karena ada tawaran.

“Bisnis harus ada tujuan dan tujuan bukan hanya keuntungan. Tanyakan pada diri sendiri, mengapa harus ekspansi? Siapa yang akan menjadi eksekutor nya? Siapa yang akan paling diuntungkan? Apa strategi yang akan diterapkan agar berhasil?” ujarnya.

Upaya Paxel membantu UKM Indonesia juga semakin dalam. Sejak November 2019, masyarakat bisa membeli Pisang Goreng Madu Bu Nanik di dalam aplikasi Paxel. Pembelian bisa dilakukan dengan metode PO (Pre Order) di hari Selasa - Rabu untuk pengiriman hari Sabtu, atau pemesanan di hari Kamis - Jumat untuk pengiriman hari Minggu.

Harganya pun lebih terjangkau dengan Rp. 78 ribu/10 pcs dan gratis ongkos kirim ke seluruh jangkauan Paxel dengan kode promo PAXEL4BUNANIK.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved