Untuk Topping Martabak Sampai Milkshake, Mondelez Kenalkan Oreo Cookie Crumb Kemasan 1 Kg

Produk ini bisa mejadi bahan topping untuk pebisnis kuliner martabak, dessert box, banana nugget, milkshake, boba dan cheese tea.

Editor: Choirul Arifin
HANDOUT
Oreo Cookie Crumb untuk topping martabak. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ragam bisnis kuliner yang kini marak dikelola pengusaha kecil dan menengah (UKM) di berbagai daerah jadi bidikan baru Mondelez International. Perusahaan makanan ringan global ini memperkenalkan Oreo Cookie Crumb kemasan 1 kg.

Produk ini merupakan remah biskuit potong dadu tanpa krim dengan rasa otentik yang renyah dan gurih dengan kemasan lebih ekonomis dan bisa menjadi topping untuk pebisnis kuliner martabak, dessert box, banana nugget, milkshake, boba, cheese tea dan aneka menu lainnya.

Selain fleksibel untuk disesuaikan dengan kapasitas produksi usaha kuliner UKM, produk ini juga dapat diolah menjadi aneka kreasi menu makanan dan minuman.

Sektor UKM kuliner saat ini memang terbukti terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Hasil survei BPS yang dikutip dari Opus Creative Economy Outlook 2019 menyebutkan, usaha kuliner merupakan subsektor ekonomi kreatif yang paling menonjol di antara subsektor lainnya.

Subsektor ini memberikan kontribusi sebesar 41,69 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di 2016.

Rachel Angelina, Brand Manager Treats Mondelez Indonesia mengatakan, kehadiran produk baru Oreo ini diharapkan dapat memudahkan para pelaku UKM di bidang kuliner dalam memperoleh bahan baku berkualitas yang dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi mereka.

Baca: Membuat Kulit Martabak Telur Setipis Olahan Penjual Martabak, Agar Tetap Utuh Coba Trik Ini

“Kami sangat mengapresiasi perkembangan UKM kuliner di tanah air, terlebih dengan banyaknya pelaku UKM kuliner yang menggunakan produk kami sebagai bahan kreasi menu yang mereka tawarkan kepada konsumen," ungkap Rachel Angelina.

Oreo Cookie Crumb sebelumnya dipasarkan dalam kemasan 12 kg dengan menyasar pelaku bisnis kuliner skala besar di Indonesia.

Baca: Raffi Ahmad Teringat Kisah Unik Almarhum Sang Ayah Saat Santam Martabak Terlezat di Bandung

Chef Arnold Poernomo menilai tren usaha kuliner di Indonesia berkembang begitu dinamis yang dilatarbelakangi oleh banyak faktor diantaranya seperti perubahan gaya hidup dan maraknya inovasi kuliner yang ditawarkan para pelaku kuliner.

"Dengan semakin kompetitifnya persaingan dalam industri kuliner tanah air, para pelaku kuliner perlu senantiasa menjaga kualitas bahan bakunya agar dapat menghadirkan produk kuliner yang memiliki kualitas dan cita rasa otentik bagi konsumen,” ujarnya.

Shintia Xu, Head of Business & Marketing Fore Coffee mengatakan, mengelola industri kuliner menghadirkan tantangan sendiri bagi setiap pelakunya.

"Sebagai pelaku bisnis kuliner, kami termotivasi untuk senantiasa berinovasi dalam menghasilkan produk yang unik dan diminati oleh konsumen untuk dapat berkompetisi di industri ini,” ujarnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved