Kemenparekraf Memprediksi Ekowisata akan Lebih Diminati Pasca Pandemi Covid-19

Menurut kementerian yang dipimpin oleh Wishnutama ini, ekowisata akan lebih diminati saat kondisi New Normal.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wisatawan menaiki gajah untuk menyusuri Taman Nasional Gunung Leuser di Ekowisata Tangkahan, Langkat, Sumatera Utara, Minggu (11/6/2017). Ekowisata Tangkahan merupakan wisata adventure dengan beragam aktivitas seperti tracking gajah, memandikan gajah, river tubing, dan melihat air terjun. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memprediksi pasca pandemi Covid-19, akan terjadi perubahan tren dalam berwisata.

Menurut kementerian yang dipimpin oleh Wishnutama ini, ekowisata akan lebih diminati saat kondisi New Normal.

“Kami prediksi kegiatan wisata berbasis alam atau outdoor paling cepat rebound karena ecotourism bukan mass tourism tetapi wisata minat khusus,” ujar Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaran Kegiatan (Event) Kemenparekraf, Rizki Handayani saat Webinar Ekowisata, Rabu (20/5/2020) lalu.

Rizki menilai hadirnya New Normal akan menimbulkan tren baru dalam berwisata. Ia menjelaskan, hal itu akan menjadi angin segar bagi produk ekosiwata. Menurutnya ekowisata di Indonesia akan sangat diminati pascapandemi Covid-19.

“Kami mendukung akan kembalinya atau malah berkembangnya ekowisata di Indonesia. Ke depannya, kami akan konsentrasi di wisata Ecotourism dan Wellness Tourism,” tambahnya.

Adapun, Webinar Ekowisata menghadirkan beberapa panelis, seperti Direktur Indonesia Ecotourism Network (INDECON) Ary S Suhandi dan Direktur Via Via Tour & Travel Sry Mujianti.

Acara dipandu oleh Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf Alexander Reyaan sebagai moderator.

Ekowisata yang diminati

 Dalam webinar tersebut, Ary Suhandi menjelaskan, produk-produk wisata seperti Ecotourism, Adventure Tourism, dan Wellness Tourism diperkirakan akan paling diminati pascapandemi.

Ia melanjutkan, yang diminati adalah kegiatan dengan kelompok kecil dan aktif, seperti interaksi di luar ruangan, kegiatan edukasi alam untuk keluarga, hingga aktivitas yang berkontribusi pada konservasi alam.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved