Breaking News:

Pelaku Parekraf Diajak Manfaatkan Medsos untuk Promosikan Produk Lokal

Digital marketing via media sosial diyakini bisa mengamplifikasi promosi dan pemasaran produk lokal di platform digital.

HENDRI (HEN)/SERAMBI/HENDRI
Sejumlah pengunjung bermain air di obyek wisata Pantai Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (2/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di seluruh Indonesia untuk mempromosikan produknya lewat sosial media.

Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Rusiawan di acara diskusi streaming Selasa (11/8/2020) mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi seluruh dunia membuat kegiatan jual beli melalui platform digital meningkat dengan sangat pesat.

“Digital marketing via media sosial ini bisa mengamplifikasi promosi dan pemasaran produk lokal di platform digital. Ini yang harus dikuatkan,” ujar Wawan.

Wawan juga mengungkapkan, Kemenparekraf/Baparekraf juga menjadikan acara ini sebagai ajang pendataan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19.

Baca: Presiden Buka Opsi Gabungkan BUMN Pariwisata dan Penerbangan

“Tentu saja peserta akan masuk database kami. Jadi tolong jangan lupa lengkapi biodata supaya bisa masuk database kami karena data ini penting, banyak bantuan tidak tersalurkan karena masalah data,” katanya.

Baca: Jokowi: Sektor Pariwisata dan Penerbangan Terkoreksi Sangat Dalam Pada Kuartal II 2020

Fotografer profesional Herry Tjiang menuturkan, foto produk yang menarik tak selalu harus menggunakan kamera digital.

Menurutnya, memotret produk menggunakan kamera smartphone juga bisa menghasilkan foto yang menarik.

“Selama foto tersebut dikemas dengan menarik, informatif, dan mendeskripsikan produk yang kita jual, kita bisa menarik calon pembeli untuk tertarik pada produk kita. Untuk background dan visualnya nanti kita bisa tambahkan lewat aplikasi,” ujar Herry.

Herry juga menyarankan agar pelaku wisata dan ekonomi kreatif tidak memperbesar atau men-zoom objek saat memotret. “Foto kalau bisa jangan di-zoom karena kalau di-zoom mengurangi kualitas foto sehingga gambar jadi kurang bagus,” jelasnya. 

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved