Breaking News:

Sektor Pariwisata Bisa Menggeliat Lagi Jika Ada Pergerakan Masyarakat

Nia mengatakan, sejak ada pandemi Covid-19, masyarakat mengalami pembatasan dalam bepergian dan hal itu berdampak negatif terhadap sektor pariwisata.

tribunnews.com/abdul majid
Suasana pengecekan surat tes rapid di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (11/102/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Pemasaran, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Nia Niscaya mengatakan, sektor pariwisata sangat bergantung pada pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan.

Nia mengatakan, sejak ada pandemi Covid-19, masyarakat mengalami pembatasan dalam bepergian dan hal itu berdampak negatif terhadap sektor pariwisata.

"Tetapi meski begitu, kita harus tetap menjaga perekonomian agar tetap bergerak dengan menghadirkan solusi yang menjamin keamanan masyarakat saat melakukan wisata," ucap Nia dalam konferensi pers virtual Traveloka, Selasa (4/11/2020).

Ia menyebutkan, maka dari itu Kemenparekraf mengeluarkan protokol Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) melalui kampanye Indonesia Care atau I Do Care. 

Baca juga: Tujuan Wisata Mirip Raja Ampat di Maluku Tenggara, Pulau Baer Ramai Pengunjung Meski Pandemi

"Adanya CHSE ini, bertujuan untuk mensertifikasi dan menjamin seluruh industri pariwisata menerapkan protokol kesehatan untuk meningkatkan kepercayaan dan rasa aman bagi wisatawan," ucap Nia.

Selain itu menurut Nia, dengan kampanye #DiIndonesiaAja diharapkan dapat mendorong pergerakan masyarakat yang ingin berwisata.

Baca juga: Wisata Air Umbul Ponggok di Klaten Ditutup 3 Hari

"Kami tentunya mengharapkan dengan berbagai program dan kampanye yang dilakukan, dapat membangun kembali perekonomian melalui konsumsi sektor pariwisata di destinasi," ujar Nia.

Sejalan dengan apa yang menjadi tujuan Kemenparekraf dalam memulihkan perekonomian nasional melalui sektor pariwisata, Traveloka meluncurkan program Epic Sale 2020.

Melalui program ini, Traveloka memberikan diskon hotel, penerbangan, hingga layanan lifestyle hingga 80 persen dalam periode 5-11 November 2020.

CO-Founder Traveloka Albert mengungkapkan, sektor pariwisata mendapatkan harapan baru untuk pulih dan kembali bergerak.

"Memasuki era normal baru ini, kami akan mendukung upaya pemerintah untuk kembali membangkitkan dan menggerakan kembali sektor pariwisata," ujar Albert.

Ia juga menyebutkan, bahwa dalam upaya mendukung bangkitnya sektor pariwisata tentu harus tetap memperhatikan dan menjaga protokol kesehatan yang lebih ketat. Mengingat Covid-19 ini belum berakhir.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved