Breaking News:

Menteri Parekraf Minta Maskapai Penerbangan Terapkan Strategi Pemasaran Inbound

Tahun lalu ada tujuh juta wisatawan Indonesia yang pergi ke luar negeri dengan jumlah pengeluaran yang cukup besar.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Herianto (32) sedang menata suvenir khas Gedong Songo di kios suvenir miliknya, di kawasan wisata Gedong Songo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (6/12/2020). Jumlah wisatawan yang mendatangi objek wisata Gedong Songo sudah mulai membaik walau belum seratus persen. Mereka yang datang wajib menerapkan tiga M yaitu menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk area Gedong Songo. Senang bisa mengeksplorasi dan memberi panggung bagi keunikan dan keragaman Indonesia. Tribun Jateng/Hermawan Handaka #TribunNetwork #MataLokalMenjangkauIndonesia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan perlunya pelaku industri aviasi ke depan menyusun strategi baru dalam pemasaran.

Menurutnya, tahun lalu ada tujuh juta wisatawan Indonesia yang pergi ke luar negeri dengan jumlah pengeluaran yang cukup besar.

"Ini opportunity yang sebenarnya belum digali. Sementara border belum dibuka, kita fokuskan pada wisatawan nusantara. Begitu juga ke depan, saya ingin mengingatkan teman-teman di aviasi, strategi ke depan untuk inbound bukan outbound," kata Wishnutama dalam acara penandatanganan MoU di Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Wishnutama mengatakan, walaupun pariwisata saat ini sangat terdampak namun diyakini ke depan sektor pariwisata justru bisa menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Baca juga: Refund Tiket Pesawat ke Bali Capai Rp317 Miliar, PHRI: Melonjaknya Tajam dari Kondisi Normal

"Wisatawan nusantara memegang peranan penting, di mana industri penerbangan di Indonesia 80 persen ditopang dari market domestik," paparnya.

Baca juga: Wisatawan Wajib Tes PCR Sebelum Terbang ke Bali, Ini Tanggapan Garuda Indonesia

Kemenparekraf akan terus berupaya melakukan berbagai program dan rencana yang tepat ke depan agar sektor pariwisata bisa bangkit.

"Tidak hanya hibah pariwisata, sertifikasi CHSE gratis, tapi juga berbagai program lainnya. Kami yakini pariwisata bisa bangkit dengan komitmen kuat  menjalankan protokol kesehatan sebaik-baiknya," kata dia.

Sebelumnya, Menparekraf menjadi saksi atas penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani dan Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga di Hotel Sahid Jakarta.

Kerjasama inovasi dari industri ini diharapkan dapat mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bisa bangkit kembali.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved