Breaking News:

Bantu Ciptakan Demand, Pemerintah Siapkan Stimulus Potongan Biaya Beriwisata

Pemerintah berupaya menciptakan demand tersebut guna membantu industri pariwisata menggeliat lagi.

Tribunnews/Vincentius Jyestha
Deputi bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Odo RM Manuhutu 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNETWORK - Pariwisata Indonesia tak dipungkiri menjadi salah satu sektor yang sangat terdampak pandemi Covid-19. Demand atau permintaan untuk berwisata di Tanah Air pun merosot drastis. 

Deputi bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Odo RM Manuhutu mengatakan pemerintah berupaya menciptakan demand tersebut guna membantu industri pariwisata menggeliat lagi.

Caranya dengan memberikan stimulus paket berupaya potongan biaya pariwisata bagi para wisatawan. 

"Untuk membantu teman-teman (pelaku industri) pariwisata, sore ini akan kita bahas bagaimana membantu dari sisi menciptakan demand. Kita rencananya kalau Covid-19 melandai tingkat positivity, maka ada akan stimulus paket dari pemerintah," ujar Odo, dalam webinar 'Bangga Buatan Indonesia - Pelangi Sulawesi - dari Sulawesi ke Mancanegara', Senin (23/8/2021). 

Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata Alam Bandung, dari Orchid Forest Cikole hingga Taman Bunga Rumah Belanda

"Intinya jika seseorang ingin berkunjung ke suatu kawasan wisata, misal ke Bandung atau ke Likupang, maka akan ada potongan biaya (bagi wisatawan), sehingga mendorong demand (naik) karena permasalahan saat ini adalah demand menurun," imbuhnya. 

Baca juga: DPR Kawal Citilink Masuk Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata

Tak hanya itu, Odo mengatakan pihaknya juga tengah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk memudahkan hotel-hotel agar dapat beroperasi dan menerima tamu dalam jumlah yang memadai melalui penggunaan aplikasi PeduliLindungi. 

Namun demikian, kata dia, bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini diharapkan juga dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan ketat atau kepatuhan akan 5M dari para pelaku industri pariwisata

"Karena para wisatawan ini membutuhkan kepastian bahwa kita menerapkan protokol kesehatan yang ketat," jelasnya. 

Odo mengungkap pemerintah juga mengalokasikan sejumlah anggaran yang besar untuk pengembangan destinasi baru di luar destinasi wisata yang sudah ada seperti Bali, Labuan Bajo, Mandalika, Toba, dan Borobudur. 

"Yang dibangun adalah fasilitas infrastruktur, pelatihan-pelatihan, sehingga ketika pandemi selesai maka fasilitasnya sudah terbentuk. Ini saya kira yang penting, karena salah satu kekurangan Indonesia adalah dari segi infrastruktur dan kebersihan. Saya kira yang perlu kita waspadai," katanya. 

"Dan dalam rangka memulihkan ini juga mengingat tahun depan kita akan menjadi host dari kegiatan G20, ini akan kita manfaatkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. For a sure, kita selalu berada di belakang pelaku industri pariwisata, tapi juga kita harus bergandengan tangan mencari solusi yang praktikal," tandas Odo. 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved