Breaking News:

Upaya Jenny Widjaja Jadikan Makanan Berbahan Dasar Sagu Bernilai Tambah dan Kekinian

Sagu juga punya manfaat untuk Kesehatan seperti sebagai penangkal radikal bebas, sumber pati resisten yang baik, mengurangi risiko penyakit jantung

Editor: Eko Sutriyanto
Istimewa
Bahan sagu bisa dijadikan menjadi makaroni sagu ayam barbeque 

TRIBUNNEWS.COM, PAPUA -  Jenny Widjaja, pendiri Jenama Sagolicious memiliki keinginan kuat makanan berbahan dasar sagu lebih dikenal lebih luas, menasional dan bisa memberikan nilai tambah.

Ia pun mengolah makanan berbahan sagu yang lebih membuat orang penasaran lalu mencoba menikmati kuliner berbahan dasar utama lokal Papua.

"Bahan sagu bisa dijadikan menjadi makaroni sagu ayam barbeque, mie sagu gurame sambal matah hingga pasta penne lada hitam," kata Jenny Widjaja meresmikan pusat kuliner Papua disela-sela pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang dilakukan secara daring, Kamis (7/10/2021).

Sagolicious merupakan pelopor sagu varian di Indonesia, yang bertujuan mengangkat sagu sebagai makanan pokok masyarakat Papua, agar dikenal masyarakat di tanah air.

"Inovasi atau pengembangan sagu ini dilakukan Jenny agar sagu bisa naik kelas menjadi olahan modern dengan nilai gizi yang optimal dan mudah dicerna tubuh serta banyak manfaat lainnya terutama kesehatan," katanya.

Baca juga: Hutan Sagu Papua Barat Didorong Jadi Agrowisata

Berdasarkan Food and Agricuture Organization, per 100 gram sagu mengandung: Kalori: 332, Protein: kurang dari 1 gram, Lemak: kurang dari 1 gram, Karbohidrat: 83 gram, Serat: kurang dari 1 gram, dan Zinc: 11% dari Reference Daily Intake (RDI).

Selain zinc, sagu juga rendah vitamin dan mineral sehingga membuat secara nutrisi lebih rendah daripada banyak jenis tepung seperti gandum utuh atau soba, yang biasanya mengandung lebih banyak nutrisi, seperti protein dan vitamin B.

Dengan berbagai kandungannya itu, sagu juga punya manfaat untuk Kesehatan seperti sebagai penangkal radikal bebas, sumber pati resisten yang baik, mengurangi risiko penyakit jantung, meningkatkan kinerja saat olahraga, menambah berat badan, menurunkan tekanan darah dan sebagainya.

"Pati resisten yang baik untuk pencernaan dimana menjadi sumber-sumber bakteri baik dalam usus, memberikan banyak energi, mencegah penyakit jantung, memperlancar sistem pencernaan, meningkatkan kesehatan tulang dan sendi hingga meningkatkan performa tubuh saat berolahraga," katanya.

Upaya Jenny menasionalkan sagu ini mendapatkan sambutan hangat dari sejumlah tokoh Papua seperti Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini yang menyampaikan apresiasi dan memberikan tanda tangan di Sertifikat Sagolicious ‘Pelopor Sagu Varian’ pertama di Indonesia di stand Sagolicious saat acara PON XX 2021 di Papua.

"Bahan Sagu yang sudah diolah dan dikemas cantik ini juga dipamerkan dan dijadikan buah tangan/oleh-oleh bagi peserta PON XX dan kami sediakan di standnya di stand Sagolicious di Sentani Jayapura saat perhelatan PON XX 2021," katanya.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono mengatakan mengapresiasi Sagolisious yang berani tampil beda, menyajikan olahan makanan berbahan utama sagu, yang rasanya tak kalah dengan kuliner dari daerah lain.

Pangdam berharap Sagolicious bisa mengenalkan sagu secara nasional, bahkan internasional.

“Supaya dunia tahu kekayaan kuliner kita,” kata Ignatius Yogo.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved