Breaking News:

Gulai Kering Curi Perhatian di Ajang Apresiasi Kreasi Indonesia 2021

Kuliner tersebut direkomendasikan mengikuti special event BEDAKAN (Bedah Kemasan) agar lebih layak dipasarkan secara global.

Editor: Willem Jonata
Mazaya Aqiqah
Menyantap gulai kering, menu kuliner produksi UMKM Mazaya Aqiqah di Malang. 

TRIBUNNEWS.COM - Shamila Gulai Kering andalan Mazaya Aqiqah, salah satu UMKM dari Kota Malang, berhasil mencuri perhatian di ajang Apresiasi Kreasi Indonesia 2021.

Menu kuliner tersebut di luar dugaan mendapat respons yang baik dari Menparekraf Sandiaga Uno. Sebab, ia belum pernah menemui menu seperti itu.

Sandiaga pun tertarik dengan Shamila Gulai Kering karena berpotensi menjadi produk yang layak diekspor.

Ia merekomendasikan gulai kering ini untuk mengikuti special event BEDAKAN (Bedah Kemasan) agar lebih layak dipasarkan secara global.

Baca juga: Diplomasi Kuliner Aceh di Jabodetabek

Baca juga: Kemenparekraf Dukung Jakarta Dessert Week 2021 untuk Dongkrak Wisata Kuliner

"Produk ibu bagus, unik dan belum ada. Ini bisa jadi daya tarik tersendiri untuk ekspor, nanti kita ikutkan special event BEDAKAN supaya produk UMKM bisa lebih masuk ke pasar global," kata Sandiaga Uno.

BEDAKAN (Bedah Kemasan) sendiri merupakan salah satu program dari Ok OCE Kemanusiaan yang bertujuan untuk membantu atau mendampingi UMKM dalam mempercantik kemasan untuk setiap produk yang akan dipasarkan.

Program ini menentukan kemasan yang cocok untuk setiap produk UMKM dari segi material hingga harga yang sesuai.

Baca juga: Usaha Kreatif Bidang Kuliner hingga Fesyen Dinilai Berdampak Besar Terhadap Roda Ekonomi Nasional

Yanti Dhaniaty, pencipta Shamila Gulai kering pun sangat gembira mendengar apresiasi dari Sandiaga Uno.

Ia semakin semangat memperbaiki kualitas menu-menunya, khususnya Shamila Gulai Kering.

"Insya allah saya akan terus perbaiki sampai kualitasnya bisa menyamai produk standar ekspor," ujar Yanti.

Produk Shamila Gulai kering diharapkan dapat mengangkat mengangkat UMKM Indonesia hingga ke kancah global.

Ini saatnya produk-produk lokal, tak hanya kuliner tetapi juga fashion, musik, hingga film semakin berani bersaing dengan pasar internasional.

Dengan begitu, para UMKM semakin turut membantu perekonomian negara dan permasalahan tenaga kerja.

Sebab, produk ekonomi kreatif berkontribusi sampai 70% dari 97 persen lapangan kerja di Indonesia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved