Lokal Piknik: Gali Cerita Lokal, Piknik Keliling Indonesia

"Lokal Piknik, Jadi Dekat Jadi Happy" membawa misi mengenalkan daerah, eksplorasi cerita-cerita lokal khas daerah setempat.

akulokalakubangga
Lokal Piknik, Jadi Dekat Jadi Happy siap melancong ke penjuru negeri. Simak ceritanya di Instagram @akulokalakubangga! 

Tribunnews.com - Setia pada jargon “Mata Lokal Menjangkau Indonesia”, Lokal Piknik menjadi salah satu cara Tribunnews untuk menjangkau Indonesia. Mengawali edisi pertama Lokal Piknik, tim Tribunnews berkunjung ke Papua Barat pada 13-18 Juni 2022. Dilanjutkan dengan perjalanan ke Aceh Gayo pada 19-23 Juli 2022. 

"Lokal Piknik, Jadi Dekat Jadi Happy" membawa misi mengenalkan daerah, eksplorasi cerita-cerita lokal serta melawan stigma masyarakat umum terhadap daerah-daerah tertentu di Indonesia. 

Lokal Piknik edisi Papua Barat sekaligus menandai kelahiran Tribun Papua Barat. Tidak hanya mengabarkan cerita lokal khas daerah setempat, Lokal Piknik juga ingin mendekatkan jarak tak kasat mata yang terbentang antara Papua Barat dan daerah lainnya di Indonesia. 

Memulai perjalanan dari Pantai Abasi, Gunung Botak dan beranjak ke Pulau Mansinam, tempat peradaban pertama Manokwari, Papua Barat, dan banyak destinasi lainnya. Tim Lokal Piknik berkesempatan mengenal warga lokal seperti Mama Welly, sosok bersahaja Ketua Kampung di Pulau Mansinam. 

“Orang Papua atau orang Jawa itu sama saja. Setiap suku itu unik namun kebersamaan kami selalu ada. Jadi, kita semua sama, Papua itu kasih, kami orang Papua Barat saling mengasihi dan mengampuni satu sama lain,” ujar Mama Welly.

Lokal Piknik kemudian melanjutkan pemberhentiannya ke Aceh Gayo, yang juga menandai kelahiran Tribun Gayo. Sebuah perjalanan yang memberikan kekayaan pengalaman budaya. Di sana, tim Lokal Piknik mengenal dan belajar tentang Didong dan Tari Guel, serta mengunjungi salah satu UMKM Kopi Gayo yaitu Ketiara Coffee dan Seladang Kopi. Tidak lupa mencoba Kerawang, kerajinan tradisional setempat. 

Tidak hanya menyelami aspek wisata, tim Lokal Piknik berkesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang aspek budaya dan sosial di daerah Aceh Gayo, serta aturan-aturan khusus daerah setempat.

Ketika ditanya soal aturan berpakaian, salah satu pemuda dari Komunitas Peduli Budaya Gayo (KPBG) Aceh Tengah menjawab tentang hal ini.

“Itu sudah diatur dalam undang-undang, syariat Islam namanya. Ada satu peraturan yang mengikat warganya. Dominan memakai jilbab, kalau pakai jeans bajunya agak panjang. Sedangkan lelaki juga tidak boleh memakai ponggol atau celana pendek yang menampakkan aurat.”

Perjalanan ke Papua Barat dan Aceh Gayo memberikan perspektif baru tentang kekayaan alam dan budaya daerah setempat. Berbicara langsung dengan warga setempat untuk mengenal mereka lebih dalam. 

Melalui Lokal Piknik, Tribunnews menggali cerita-cerita lokal langsung dari sumbernya. Berkenalan dengan warga setempat yang bangga akan budaya lokal. Memperkenalkan sudut-sudut Indonesia ke penjuru Nusantara. Simak cerita-cerita menarik di Lokal Piknik hanya di Instagram @akulokalakubangga!

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved