Taman Nasional Komodo

Aksi Mogok Massal Usai, Otoritas Labuan Bajo Nyatakan Aktivitas Pariwisata Kembali Normal

Aktivitas wisata di Labuan Bajo kembali normal pasca aksi mogok massal pelaku wisata lokal memprotes kenaikan tarif tiket masuk Taman Nasional Komodo.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
dok.
Sebanyak 19 asosiasi pariwisata Manggarai Barat menandatangani kesepakatan dengan otoritas Labuan Bajo untuk menghentikan aksi mogok massal. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina menyatakan aktivitas wisata di Labuan Bajo kembali normal pasca aksi mogok massal pelaku wisata lokal memprotes kenaikan tarif tiket masuk Taman Nasional Komodo.

Dia mengatakan, aktivitas di bandara hingga pelabuhan telah berjalan normal kembali tanpa gangguan. 

Menururnya, para pelaku wisata yang tergabung dalam FORMAPP-Manggarai Barat telah menemukan kesepakatan dengan pihak otoritas untuk menghentikan aksi mogok massal.

"Intinya semua bersepakat menjaga kamtibmas di Labuan Bajo, dan telah mencabut kesepakatan asosiasi pelaku wisata per tanggal 30 Juli dan memulai kembali aktivitas per tanggal 3 Agustus 2022," kata Shana dalam pernyataannya kepada Tribun, Rabu (3/8/2022).

Kesepakatan menghentikan aksi mogok tersebut ditandatangani oleh 19 asosiasi pariwisata.

Selain itu,para pelaku pariwisata juga menyatakan akan melakukan pengawasan independen kepada PT Flobamor sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemprov NTT dan mitranya dari pihak swasta.

Mutu pekerjaana PT Flobamor setiap tahun akan dievaluasi apabila kebijakan ini berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat Manggarai Barat sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

"Tidak hanya pelaku pariwisata, kami BPOLBF bersama Pemda Manggarai Barat dan semua pemangku kepentingan juga akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja rencana pengelolaan tersebut ke depan," ucap Shana.

Baca juga: Ribuan Pelaku Wisata Labuan Bajo Terancam Kehilangan Pekerjaan Jika Tarif Rp 3,7 Juta Diberlakukan

BPOLBF  sebagai satker Kemenparekraf juga akan menampung semua aspirasi dari masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif untuk penguatan pariwisata berkelanjutan TN Komodo dan Labuan Bajo ke depan.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved