Kamis, 7 Mei 2026

Blog Tribunners

Beginilah Pengalaman Saya Diperlakukan Polisi Arab

SEMALAM aku ditangkap polisi tanpa sebab, gara-gara jemput tamu majikan dari Bangladesh di daerah Gazza Makkah

Tayang:
Penulis: Totok
Editor: Iswidodo
Ditulis oleh Tribunners, Totok dari Arab Saudi

SEMALAM aku ditangkap polisi gara-gara jemput tamu majikan dari Bangladesh di daerah Gazza Makkah.  Aku tahu semenjak musim haji tahun ini di Makkah sangat ketat, bagi pengendara mobil yang ngambil penumpang di jalan, alias taxi gelap.

Kendaraan umum pun yang masa berlaku STNK atau SIM si pengemudi nggak sama dengan STNK langsung ditangkap.

Polisi meminta KTP dan STNK meskipun sudah aku jelaskan bahwa aku jemput tamu majikan. Waktu aku telepon majikan HPku sempat dilempar dan tidak boleh bicara pada majikan. Akhirnya aku disuruh parkir yang agak jauh untuk menemui dia.

Setelah dapat parkir aku kembali ke tempat kejadian, polisinya nggak ada di tempat. Salah satu polisi temannya ikut membantu aku mencari keberadaan polisi yang tadi bawa KTP dan STNK. Dicari-cari sana kemari nggak ketemu, lalu minta bantuan polisi lain untuk menelepon polisi yang menangkap aku.

Datang polisi yang menangkap aku, lalu aku dibawa ke pinggir dimana ada kawan-kawannya bukan polisi empat orang. Aku ditekan, katanya mau dimasukin penjara atau didenda lima ribu real.

Aku bilang silahkan kalau mau menjara aku atau mau denda aku. Ternyata polisi itu kesal karena aku nggak takut ancamannya.

Kepala bagian belakangku dipukul tiga kali, dibawanya aku mau nyari mobil polisi katanya aku mau ditahan. Aku ikutin kemana dia pergi namun nggak ada satupun mobil patroli polisi. Kembali aku dibawa ke kawan-kawannya, sambil mereka pada mentertawakan aku.

Salah satu kawannya membisikkan ke aku minta uang lima ribu kalau mau kembali KTP dan STNKnya, aku bilang nggak punya. Seperti nggak punya dosa polisi itu bilang ke kawan-kawannya kata aku kabur melarikan diri. Padahal sejak awal aku ngikutin dia terus sampai setengah jam  lebih.

Majikan sempat telepon aku tak kasihkan ke polisi itu, akhirnya mau terima tapi dia bilang sama majikan katanya aku parkir di situ.

Kelihatan bohongnya bilang sama majikan aku parkir, tapi sama kawan-kawannya aku melarikan diri. Aku dibisikin lagi sama salah satu kawannya minta seribu real, tetep aku bilang nggak punya.

Ternyata ada orang arab yang kenal baik sama tamu yang aku bawa, dia menjelaskan sama orang itu duduk persoalannya. Sama orang arab tadi KTP sama STNK diminta, suruh aku dilepaskan. Polisi itu nggak berani apa-apa ternyata orang arab tadi Polisi juga yang sedang tidak dinas.

Syukur alhamdulillah aku nggak mengeluarkan uang sepeserpun seperti yang diminta kawan-kawannya polisi. Sekadar untuk mengingatkan, sebaiknya teman-teman jangan sampai berurusan dengan orang arab atau aparat keamanan. Percuma kalau kita atau majikan nggak punya kenalan yang lebih kuat, bakal sia-sia belaka.

Bisa-bisa kita masuk penjara tanpa batas yang tidak ditentukan. Karena fitnahnya orang arab lebih dipercaya kaumnya sendiri daripada omongan kebenaran. Semoga kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali pada diri saya atau orang lain. (editor widodo)

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved