Minggu, 24 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Jockie, God Bless, dan Lagu Ciptaan

Tulisan musisi, aranjer dan pencipta lagu Jockie Soeryoprayogo bertajuk "Yockie, Todongan Pistol dan Hengkang dari Godbless" yang ia tulis di dinding facebook-nya (20/10/2011) cukup mengejutkan dan mendapat reaksi beragam.

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM - Tulisan musisi, aranjer dan pencipta lagu Jockie Soeryoprayogo bertajuk "Yockie, Todongan Pistol dan Hengkang dari Godbless" yang ia tulis di dinding facebook-nya (20/10/2011) cukup mengejutkan dan mendapat reaksi beragam. Apalagi dalam tulisan yang terpublikasi secara terbuka dan terang benderang itu bernada emosional diarahkan ke grup musik dimana ia dulu pernah bergabung yaitu God Bless dan salah seorang personilnya.

Dalam catatan dinding itu, salah satunya Jockie menggugat sebagai bentuk kekesalannya dengan alasan etika bahwa selama ini lagu-lagu karyanya di God Bless masih kerap dibawakan oleh God Bless tanpa minta izin darinya. Justru yang kini jadi pertanyaan kita bersama sebagai bahan diskusi, wajibkah hukumnya bagi God Bless harus meminta izin kepada para pencipta lagu dari lagu-lagu yang ada di album milik God Bless itu sendiri, sebagaimana gugatan Jockie.

Penulis sendiri disini kurang paham seputaran hak cipta lagu khususnya mengenai apakah setiap grup musik atau penyanyi yang membawakan lagu-lagu yang ada di albumnya sendiri diwajibkan meminta izin terlebih dulu kepada para pencipta lagu tersebut, kalau memang lagu tersebut bukan ciptaannya.

Termasuk meminta izin kepada mantan personil yang sudah tidak gabung lagi di grup musik tersebut.  Sementara kepemilikan lagu-lagu tersebut sudah menjadi bagian intergral dari eksistensi grup musik atau penyanyi bersangkutan yang direpresentasikan sebagai album sendiri.

Sebagaimana kasus yang dicuatkan oleh Jockie terhadap God Bless. Lagu bagaimana jika lagu tersebut diciptakan lebih dari satu orang atau keroyokan, misalnya lagu Semut Hitam (ciptaan Donny Fattah & Jockie S), jelas Donny Fattah sebagai pencipta lagu dan pemain bas God Bless juga punya hak membawakan lagu tersebut, apakah masih ada kewajiban minta izin terlebih dulu ke Jockie. Atau di lagu Trauma berarti harus minta izin dulu ke Teddy Sujaya dan Iwan Fals. Diizini nggak Wan? Tapi entah kalau tiba-tiba God Bless di atas panggung membawakan lagu Badai Pasti Berlalu tanpa seizing dulu Jockie.

Karena sepengetahuan penulis sebagai seorang awam, bahwa sebuah komposisi karya musik (lagu) adalah kesatuan instrumentasi aransemen mencakup melodi, vocal dan lirik, yang masing-masing punya andil dalam menciptakan dan membentuk harmonisasi lagu tersebut.

Disini penulis melihat bahwa kekuatan sebuah karya musik bukan hanya ditentukan oleh lagu itu semata, tapi juga adanya kesatuan unsur-unsur pembentuk proses penciptaan tersebut seperti melodisasi gitar, bas, kibor, dram, juga vocal. Dimana semua pengisian instrumentasi musik itu dikerjakan secara kolektif mulai dari penggarapan musik dasar, take vocal, mixing, sampai akhirnya menjadi adonan terciptanya sebuah lagu dengan kekhasan komposisi musiknya.

Coba kalau kita simak lagu God Bless berjudul Musisi, dimana aksentuasi cabikan bas Donny Fattah menciptakan warna dan kekuatan tersendiri pada lagu tersebut. Atau pada lagu Kehidupan, aksentuasi dentuman bas Donny Fattah juga menciptakan nada-nada tersendiri yang kemudian menjadi kesatuan tak terpisahkan lagi dari lagu ciptaan Jockie. Entah bagaimana jadinya ketika lagu Kehidupan dihilangkan dentuman basnya Donny Fattah, pasti ampang.   

Apa yang ditulis Jockie di dinding fb-nya cukup mengejutkan dan sangat disayangkan, apalagi di situ terkesan kuat unsur tendensius konflik personal dengan God Bless.   Ketika gabung di God Bless sebagai pemain kibor, Jockie terlibat di empat album God Bless (1975), Semut Hitam (1988), Raksasa (1998), dan Apa Kabar (1997). Tahun 2002, posisi Jockie digantikan oleh Abadi Soesman dan Iwang Noorsaid, dimana waktu itu God Bless pakai dua pemain kibor, sedang posisi Teddy Sujaya diambil alih oleh Inang Noorsaid. Saat gabung di God Bless, Jockie cukup banyak menyumbangkan lagu buat grup rock legendaris ini.

Dari catatan penulis, lagu ciptaan Jockie sendiri antara lain; Kehidupan, Suara Kita, Menjilat Matahari, Misteri, Cendawan Kuning, 2002, Anakku, dan Balada si Toha. Selebihnya ia bikin bersamaan atau keroyokan dengan personil God Bless lainnya. Juga ada beberapa lagu yang ia ciptakan bersama Iwan Fals dan Sawung Jabo. Selebihnya lagi lagu God Bless banyak diciptakan oleh Ian Antono, Donny Fattah, juga Teddy Sujaya dan Abadi Soesman.

Bahkan banyak pula lagu God Bless liriknya ditulis oleh wartawan musik seperti Theodore KS, Remy Soetansyah, Ali Akbar, dan Cahya Sadar. Bahkan di antara lagu yang liriknya ditulis wartawan musik kini menjadi lagu klasik God Bless yang sering dibawakan di panggug, seperti Rumah Kita, Balada Sejuta Wajah, Selamat Pagi Indonesia (Theodore KS), dan Ogut Suping, Bla Bla Bla (Remy Soetansyah). Jangan-jangan para wartawan ini juga akan ketularan Jockie menggugat God Bless, harus minta izin pula.   

Kesimpulannya, sebetulnya inti di balik semua itu, apa yang ditulis Jockie di dinding fb-nya ini adalah peledakan bom waktu perseteruan kadaluwarsa dirinya dengan God Bless. Semoga peledakan bom waktu ini bukan (berakhir) menjadi bom bunuh diri...!!!

Alex Palit: Citizen jurnalis, pendiri Forum Apresiasi Musik Indonesia (Formasi)

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved