Tribunners / Citizen Journalism
Jika Bayi Tertular HIV/AIDS, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Ibu hamil yang terinfeksi HIV/AIDS sangat rentan menularkannya pada bayi. Jika tertular, apakah paramedis mau bertanggung jawab?
TRIBUNNEWS.COM - Virus HIV dapat hidup dan berkembang biak di dalam darah dan kelenjar dalam tubuh manusia. Yang termasuk kelenjar dalam tubuh manusia adalah semua cairan yang ada dalam tubuh manusia, antara lain : keringat, air susu ibu, air seni, ludah, cairan sperma, cairan vagina.
Para medis mengatakan bahwa ARV dapat menekan pertumbuhan virus HIV . Kemana virus HIV ditekan? Kenapa paramedis tidak pernah menguraikan dan memberitahukan secara mendetail kepada masyarakat kemana ditekannya virus HIV tersebut?
Karena pada kenyataannya, mereka yang telah mengkonsumsi ARV secara rutin, ketika jumlah virusnya (HIV-RNA/VIRALOAD) di tes ternyata hasilnya tidak terdeteksi/undetected Kondisi tubuhnya juga sangat lemah, warna kulitnya pucat.
Kemana lari virusnya ? Apakah bisa keluar dari tubuh manusia? Sesuai dengan temuan kami di lapangan, mereka yang rutin mengkonsumsi ARV ketika tidak lagi mengkonsumsi dan dilakukan tes jumlah virus kembali, jumlahnya sangat banyak ( ratusan ribu copies bahkan sampai jutaan copies). Ini berarti terbukti bahwa ARV menekan virus dari darah masuk ke dalam kelenjar, dan di dalam kelenjar virus HIV juga dapat berkembang-biak.
Sesuai dengan berita di media masa tentang 6 orang wanita hamil di Bekasi yang terinfeksi HIV dan mengikuti program yang dianjurkan dokter yaitu PMTCT yang mengatakan bahwa jika rutin mengikuti terapi yang dianjurkan dokter, maka si bayi tidak akan tertular.
Pernyataan dokter tersebut tidak sesuai dengan analisa yang telah kami uraikan diatas. Semuanya tergantung bagaimana kondisi awal si ibu yang terinfeksi HIV. Jika masih dalam masa jendela atau jumlah virus masih sedikit, kemungkinannya bayi tidak tertular. Namun jika jumlah virus si Ibu sudah banyak, bisa dipastikan si bayi akan tertular.
Ditambah lagi dengan si Ibu yang mengkonsumsi ARV secara rutin, maka virus akan masuk ke dalam kelenjar dan secara otomatis bayi yang di dalam kandungan akan tertular melalui kelenjar yang ada di dalam rahim.
Jika si bayi tertular, apakah paramedis mau bertanggung jawab? Jadi sebaiknya harus hati-hati paramedis dalam memberikan pernyataan kepada pasien atau masyarakat. (LSM TWOS, Jakarta)
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.