Senin, 13 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Kontroversi Benarkah Prabowo Terlibat Penembakan Mahasiswa Trisaksi

Benarkah mantan Danjen Pangkostrad Prabowo Subianto terlibat pelanggaran HAM atas peristiwa kasus penembakan mahasiswa Trisakti

Editor: Toni Bramantoro
repro: Alex Palit

Oleh: Alex Palit

Benarkah mantan Danjen Pangkostrad Prabowo Subianto terlibat pelanggaran HAM atas peristiwa kasus penembakan mahasiswa Trisakti – Jakarta, yang terjadi di area kampus Universitas Trisakti, 12 Mei 1998, yang menelan korban tertembaknya dan tewasnya mahasiswa Trisakti.

Di sini sebenarnya saya tidak mau memperpanjang mempolemikkan kontroversi yang belum juga berkesudahan seputar keterlibatan-tidaknya Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang kini mencalonkan diri sebagi capres di Pilpres 2014 atas peristiwa kasus penembakan mahasiswa Trisakti yang terjadi 17 tahun lalu.

Dalam tulisan ini saya hanya ingin menambahkannya lantaran tertarik dengan berita di harian Kompas (23/4), “Prabowo Siap Diklarifikasi soal Peristiwa 1998”, sekaligus melengkapi tulisan saya, yaitu “Prabowo Beberkan Peristiwa 1998” di Tribunnews.com (24/4).

Saya sendiri waktu itu sempat termakan opini yang menyebutkan bahwa Pangkostrad Prabowo berada di balik peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti tersebut. Sampai akhirnya saya temukan jawaban yang netral dari sebuah buku “Kronologi Situasi Pengguling Soeharto – Reportase Jurnalistik 72 Jam yang Menegangkan Dilengkapi ‘Hot News’ Media Asing” buku tulisan S. Sinansari Ecip, diterbitkan oleh penerbit Mizan Pustaka, Bandung, Juli 1998.

Kenapa saya sebut buku ini netral? Pastinya buku ini tidak asal tulis, pastinya juga dilandasi objetivitas hasil reportase dan investigasi jurnalistik. Karena saya tahu kredibilitas siapa itu S. Sinansari ecip, adalah wartawan senior sohib kental Menteri BUMN Dahlan Iskan yang memiliki reputasi di bidang jurnalistik yang sudah tidak disangsikan lagi.

Ketambahan lagi dalam menuliskan buku ini didukung dan didasari fakta dan data jurnalistik dari hasil reportase dan investigasi kejadian di lapangan, melibatkan sejumlah awak jurnalistik dari wartawan harian Republika dan majalah Panji.

Tulisan di buku inipun saya nilai bisa dipertanggungjawabkan secara moralitas jurnalistik. Selain ditulis oleh wartawan senior yang reputasinya tidak perlu disangsikan lagi, penerbit buku ini yaitu Mizan Pustaka juga memiliki kredibiltas di bidang penerbitan buku. Dan pastinya Mizan Pustaka tidak bakal menerbitkan buku mengenai kronologis 72 jam detik-detik situasi penggulingan Soeharto ini kalaupun objektivitas isinya ecek-ecek dibawah standar jurnalistik.

Begitu mendapatkan buku ini, langsung saya baca sampai tuntas. Di ‘ending’ pada lembar terakhir yaitu di halaman 230, Sinansari ecip menuliskan soal keterlibatan Prabowo atas penembakan mahasiswa Trisakti.

Secara gamblang dituliskan di halaman 230; Koran IHT (9/6) – maksudnya The International Herald Tribune – memuat peristiwa yang sangat menarik. Sebelum ini, diisukan kemungkinan anak buah Prabowo terlibat penembakan mahasiswa Trisakti. Jenderal Prabowo dibebastugaskan dari posisinya yang strategis setelah Soeharto mengundurkan diri. Tapi dia bertahan di militer, mengajar sekolah staf di Bandung.

Lima hari setelah penembakan di Trisakti penembakan di Trisakti, sebelum pembebasan tugasnya, Prabowo mengunjungi kediaman keluarga almarhum Heri Hartanto, salah seorang mahasiswa yang tewas. Di hadapan orang tua Heri, Prabowo mengambil Al Quran, memegangnya di atas kepalanya, dan bersumpah atas nama Tuhan bahwa dia tidak memberikan perintah penembakan di Trisakti.

“Baru pertama kali dalam hidup saya, saya melihat kejadian seperti itu,” ujar ayah Heri, Syahrir Mulyo Utomo, seorang veteran berpangkal letda. Setelah kejadian itu, dia percaya Prabowo tidak telibat.

Setidaknya dari setelah membaca halaman 230 buku ini, saya meyakini dan yakin seyakin-yakinnya, merubah dan membalik pandangan saya seputar kontroversi benarkah Prabowo terlibat penembakan mahasiswa Trisakti. Prabowo tidak terlibat.

Dan di tengah kontroversi ketidak-tuntasan atas pengungkapan siapa sejatinya paling bertanggungjawab di balik peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti ini, di sini Prabowo hanyalah tumbal korban analisis dan korban pembentukan opini atas peristiwa tersebut, ketimbang fakta. Begitu ceritanya!

Lalu bagaimana pula dengan kontroversi benarkah mantan Danjen Pangkostrad yang juga mantan mantu Presiden Soeharto ini apakah juga hendak melakukan kudeta di bulan Mei 1998 seputar hari-hari lengsernya mantan mertuanya sebagaimana ditudingkan kepada dirinya, kita tunggu episode tulisan berikutnya!

* Alex Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen”

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved