Selasa, 21 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Kaum Nasionalis dan Nahdliyin Bersatu Tegakkan Empat Pilar

Sidang Paripurna MPR, 7 Oktober 2014, mencatat sejarah penting

Editor: Rachmat Hidayat
Super Ball/Feri Setiawan
Politisi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka 

Oleh politisi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sidang Paripurna MPR, 7 Oktober 2014, mencatat sejarah penting. Siapa pun pimpinan yang terpilih, tetap ada hal yang akan berperan dalam penegakkan dan implementasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Sejarah penting telah ditorehkan MPR. Dengan merapatnya Fraksi PPP ke Fraksi PDIP, Fraksi Hanura,Fraksi Nasdem, dan Fraksi PKB, melengkapi bersatunya Nasionalis dan Nahdiyin.

Jadi simbol perlawanan terhadap siapapun mereka yang menentang atau "bersekongkol" atau berkedok ajaran tertentu menyemai benih radikalisme yang anti terhadap keberagaman.

Empat pilar bukan sekedar jargon atau retorika di ruang-ruang sidang lembaga negara. Bukan jadi tirai muslihat untuk membiarkan benih kekerasan atas nama ajaran tertentu dihalalkan. 

Empat pilar bukan ajang adu pidato. Empat pilar harus jadi energi pemersatu dan bukan jadi alat balas dendam politik. Empat pilar hanya boleh jadi alat untuk wujudkan kesejahteraan berkeadilan sosial yang menjadi cita-cita dan tujuan dari Pancasila.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved