Tribunners / Citizen Journalism

Kejelasan Asal-usul Ikan Penting untuk Industri Tuna Indonesia

AP2HI dan Greenpeace berkomitmen untuk bekerjasama dan menjalankan komunikasi terbuka bagi kemajuan perikanan tuna berkelanjutan di Indonesia.

Kejelasan Asal-usul Ikan Penting untuk Industri Tuna Indonesia
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

Ditulis oleh : Greenpeace Indonesia

TRIBUNNERS - Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI) dan Greenpeace berkomitmen untuk bekerjasama dan menjalankan komunikasi terbuka bagi kemajuan perikanan tuna berkelanjutan di Indonesia.

Komitmen bersama ini tercapai setelah kedua belah pihak melakukan rangkaian pertemuan menyikapi laporan Greenpeace terkait Peringkat Industri Pengalengan Tuna Indonesia dan Filipina yang telah diluncurkan pada September 2015 lalu.

AP2HI akan membangun komunikasi dan sistem ketelusuran, Greenpeace akan mensosialisasikan sistem pemeringkatan ke industri, sehingga diharapkan industri dapat mempraktekkan perikanan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Satu dari sejumlah tolak ukur penting kemajuan perikanan adalah tersedianya sistem ketelusuran ikan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk itu AP2HI dengan dukungan Greenpeace dan sejumlah pihak lainnya berharap bahwa per Januari 2017 mendatang atau dalam jangka waktu 1 tahun ke depan semua anggota AP2HI terutama yang menjalankan industri pengolahan ikan tuna kaleng telah siap dan memiliki layanan sistem informasi yang praktis mengenai kejelasan asal-usul ikan pada setiap produk tuna kaleng.

Elemen penting dari ketelusuran tuna kaleng tersebut setidaknya meliputi informasi wilayah dimana ikan ditangkap, kapan dilakukan kegiatan penangkapan dan hasil jumlah tangkapan, oleh kapal penangkap apa dan nama kapten kapalnya, kapan ikan didaratkan (sesuai kebijakan pemerintah tentang logbook penangkapan), kapan ikan diolah dan dikalengkan, dan kemana produk ikan tuna kaleng tersebut dipasarkan.

Ketua AP2HI, Janti Djuari, menyatakan bahwa asosiasi yang dipimpinnya akan semakin memprioritaskan konsolidasi informasi mengenai data tangkapan dan olahan tuna dari seluruh anggota AP2HI.

"Dalam enam bulan pertama tahun 2016 kita akan fokus pada analisa dan ketelusuran rantai pasok dan rantai pasar anggota asosiasi yang bergerak pada industri pengalengan tuna karena menjadi titik kendali penting agar aspek ketelusuran ini bisa segera tercapai," ujar Janti.

“Semester kedua tahun 2016, lewat dukungan anggota dan berbagai pihak kami akan segera membangun sistem ketelusuran produk tuna kaleng yang diproduksi oleh beberapa anggota asosiasi,” Janti melanjutkan.

Halaman
12
Editor: Samuel Febrianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved