Tribunners / Citizen Journalism

Lembaga Integritas Buka Sekolah Antikorupsi

Sebanyak 17 orang akan mengikuti program sekolah anti korupsi yang diadakan lembaga anti korupsi Integritas.

Lembaga Integritas Buka Sekolah Antikorupsi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Puluhan aktivis melakukan demonstrasi menyambut hari anti korupsi di bundaran HI Jakarta, Minggu (6/12/2015). Dalam aksinya, demonstran menolak pelemahan KPK dan mendesak DPR segera melakukan tes calon pimpinan KPK agar tidak terjadi kekosongan pimpinan yang mempengaruhi pemberantasan korupsi di Indonesia. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Ditulis oleh : Integritas

TRIBUNNERS - Sebanyak 17 orang akan mengikuti program sekolah anti korupsi yang diadakan lembaga anti korupsi Integritas.

Para peserta merupakan mahasiswa dan alumni dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat dan Riau. Diharapkan dengan mengikuti program ini, nantinya para peserta dapat menjadi penggerak anti korupsi.

Menurut koordinator Integritas Arief Paderi, para peserta berhasil menyisihkan 32 orang pendaftar lainnya setelah melalui seleksi ketat. Mereka tidak hanya berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Barat, namun juga dari perguruan tinggi di Provinsi Riau.

“Dari 49 pendaftar, hanya 17 orang yang kita terima. Sebelumnya kita lakukan seleksi administrasi dan wawancara. 15 orang dari Sumbar, 2 orang dari Riau,“ ujarnya, Jumat (1/1/2016).

Dalam proses seleksi, 49 pendaftar harus menyerahkan tulisan tentang pandangan mereka terhadap korupsi. Selain itu juga dilakukan wawancara motivasi, kapasitas dan tujuan mereka mengikuti sekolah anti korupsi.

“Yang lulus ini kita nilai punya semangat tinggi untuk ikut sekolah anti korupsi ini dan gerakan anti korupsi. Kita berharap mereka nantinya bisa turut serta di gerakan anti korupsi,“ katanya.

Setelah lulus seleksi, para calon siswa Sekolah Anti Korupsi akan mengikuti sekolah sesi kelas dan lapangan. Pendidikan kelas dilakukan pada 4-8 Januari, sementara sesi lapangan pada 9 Januari hingga 9 Maret 2016.

“Sesi kelas akan berjalan efektif selama 33 jam dalam lima hari itu. Akan ada 11 mata ajar dalam 5 kelompok bahasan. Sesi kelas akan dipandu seorang fasilitator. Untuk lapangan, Mereka akan dibagi 5 kelompok, masing masing kelompak akan mendapat tema, materi dan tugas. Semua itu harus selesai dalam waktu 60 hari,“ lanjut Arief.

Untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berkomitmen kuat, Integritas menghadirkan sejumlah pemateri yang dinilai berkualitas dan dari lembaga berkompeten seperti Febridiansyah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Reza Samawi dari Transparency Internasional Indonesian (TII), Donal Fariz dari Indonesian Corruptions Watch ( ICW ), Erwin Natosmal dari Indonesian Legal Roundtable (ILR), Choky Ramadhan dari Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Universitas Indonesia (Mappi UI), Grahat Nagara dari Yayasan Auriga, Roni Saputra dari LBH Pers, Syafrimet aktivis masyarakat sipil, Hendra Makmur dari Aliansi Jurnalis Independen, dan beberapa orang berkompeten lainnya.

Selama masa pendidikan lapangan, Integritas juga menghadirkan sejumlah pendamping dalam diskusi berkelanjutan selama dua bulan, seperti Miko Kamal, Feri Amsari, Charles Simabura, Muhammad Isa Gautama.

Para lulusan nantinya juga berkesempatan untuk menjadi peneliti muda di Lembaga Integritas.

“Para pemateri sudah mengkonfirmasi kehadiran mereka. Kita berharap peserta bisa serius mengikuti seluruh materi. Para pemateri ini kita nilai punya kemampuan dan pengetahuan yang layak diserap,“ kata Arif.

Editor: Samuel Febrianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved