Tribunners / Citizen Journalism
Mengherankan, Praktik Bisnis Vaksin Palsu Bisa Berjalan Mulus Sejak Tahun 2003
"Hukuman maksimal 15 tahun harus diberlakukan untuk mereka," ujar Alpha.
TRIBUNNERS - Menyikapi terbongkarnya sindikat pemalsuan vaksi untuk balita oleh Bareskrim Mabes Polri, Indonesia Mendidik mengecam adanya praktik ilegal yang membahayakan masa depan generasi bangsa ini.
“Indonesia Mendidik mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan membawa pelaku ke meja hijau untuk diberikan hukuman seberat-beratnya. Hukuman maksimal 15 tahun harus diberlakukan untuk mereka,” tutur Deklarator Indonesia Mendididik Alpha Amirrachman, PhD.
Alpha menambahkan bahwa kasus ini menjadi penghalang pilar keempat dari deklarasi Indonesia Mendidik untuk “memastikan pendidikan yang ramah dan sehat agar anak-anak merasa gembira berada di lingkungan sekolah dan menjaga keberlangsungan generasi dan masa depan anak Indonesia agar tumbuh sehat dan kuat.”
Tanpa tumbuh sehat dan kuat bagi anak-anak hampir tidak mungkin pendidikan dapat memberikan keseimbangan antara kognitif, afektif dan psikomotorik agar anak-anak Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang cerdas, luwes, terampil dan bijaksana, ujarnya.
Merujuk pada Health Sector Review (2014), penyakit menular di Indonesia seperti ISPA, Pneomonia, Hepatitis dan lain-lain masih terus meningkat.
Alpha juga menunjukkan keheranannya bahwa praktek illegal ini sudah berlangsung sejak tahun 2003.
“Praktik ini sudah berlangsung tiga belas tahun, sudah cukup lama. Ini menunjukkan betapa lemahnya pengawasan pemerintah di sektor kesehatan. Kita bisa membayangkan dalam kurun waktu itu ada berapa balita yang terenggut kesehatan bahkan jiwanya karena praktek ilegal ini." sambung Alpha.
"Indonesia Mendidik mendesak Kementerian Kesehatan untuk bukan hanya meningkatkan namun juga menciptakan sistem pengawasan baru yang ketat yang dapat menutup celah oknum-oknum tertentu untuk terlibat dalam praktik kejahatan yang membahayakan generasi bangsa."
Pengirim: Indonesia Mendidik
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/vaksin-nn_20160625_192304.jpg)