Senin, 26 Januari 2026

Tribunners / Citizen Journalism

PON Mengalami Penurunan Kualitas

Semua kotingen dipastikan membawa pulang ke daerahnya dengan kesan yang kurang menyenangkan dari PON XIX/2016 di Bandung Jabar 17-29 September 2016.

Editor: Toni Bramantoro
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sebuah moment penyarahan medali bagi atlet yang berlaga di PON 2016 

Oleh: Michael Wangge

Semua kotingen dipastikan membawa pulang ke daerahnya dengan kesan yang kurang menyenangkan dari PON XIX/2016 di Bandung Jabar 17-29 September 2016.

Tedy Chahyono, Wakil Ketua Kontingen PON DKI malah mengatakan PON XIX mengalami degradasi-penurunan-kualitas.

Dia mengatakan hampir semua venue pertandingan diwarnai kericuhan seperti di polo air, renang indah, hoki indoor, gulat yang sampai tiga kali ricuh, dan masih banyak lagi lainnya.

Hal-hal tak lazim muncul seperti permintaan wildcard di berkuda, lalu disinyalir adanya permintaan tuan rumah di sepatu roda agar dari 15 emas yg dipertandingkan 5 di antaranya untuk Jabar.

Bila tidak tak dipertandingkan. Berdasarkan hal di atas Tedy Chayono meminta agar PON ke depan mengacu pasa cabor Olympic. Maksimal hanya mempertandingkan 28 cabor, ditambah 2-3 cabor permintaan tuan rumah.

Dengan demikian PON hanya mempertandingkan 30-an cabor saja. Hal senada juga disampaikan oleh Menpora Imam Nahrawi dalam tulusannya di Kompas edisi Selasa (28/9).

Dalam tulisan itu ia mengkririk keseluruhan pelaksanaan PON dengan mengatakan PON Jabar terjebak dalam arena pertarungam gengsi dan prestise daerah yang meskipun tak bisa dihilangkan akan tetapi mesti ada aturan yang dapat membatasinya.

Karena itu dia meminta agar praktek-praktek yang dilakukan oleh panitia, wasit, suporter dan juga atlet yang berlebihan mengejar gengsi daerah harus segera dihentikan.

Banyak tindakan tidak sportif yang melawan matra tertinggi dari olahraha itu sendiri seperti kericuhan hebat di sekitar 7 cabor (polo air, wushu, basket, bola, futsal, hoki, dan gulat). Karena itu dalam tulisannya Menpora mengajak semua pelaku olahraga peserta PON XIX/2016,

"Mari hentikan fanatisme daerah karena telah mencederai nilai-nilai olahraga dan melupakan tujuan besar PON yaitu arena persemaian prestasi atlet-atlet nasional menuju internasional."

*Michael Wangge adalah wartawan senior olahraga

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved