Breaking News:

Blog Tribunners

Ini Sebabnya Rokok Sangat Berbahaya Bagi Tubuh

Kandungan dalam rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Terdapat beberapa kandungan zat berbahaya di setiap batang rokok bagi tubuh manusia.

DOK. KEMENKES
TRIBUNNERS, JAKARTA  - Kandungan dalam rokok sangat  berbahaya bagi kesehatan tubuh. Terdapat beberapa kandungan zat berbahaya di setiap batang rokok bagi tubuh manusia.

Rokok memiliki andil yang cukup besar dalam kematian di seluruh dunia dalam tiap tahunnya. Merokok dapat menyebabkan serangan jantung, kanker paru-paru, hipertensi dan penyakit berbahaya lainnya.
 
Yang lebih mengerikan lainnya adalah rokok mengandung nikotin yang dapat membuat seseorang kecanduan.

Lebih dari 4000 bahan kimia terdapat dalam rokok. Ratusan diantaranya bersifat beracun dan sekitar 70 bahan di dalamnya bersifat karsinonegik atau penyebab kanker. Lantas apa saja bahan berbahaya yang terkandung dalam rokok? Berikut ulasannya.

Tar
 
Ketika merokok, tar yang terkandung dalam rokok juga akan ikut terhisap. Tar akan mengendap di paru-paru dan berdampak negatif pada kinerja rambut kecil yang melapisi paru-paru. Jika Anda perokok aktif, tentu saja dapat membuat tumpukan tar dalam paru-paru semakin menggunung.

Padahal rambut kecil yang ada di dalam organ ini memiliki peranan yang cukup penting, yaitu untuk membersihkan kuman dan racun untuk keluar dari paru-paru. Tar sendiri juga dapat menyebabkan gangguan pada paru-paru, seperti kanker paru-paru, bronkitis kronis, dan emfisema.

Benzene
 
Benzene umumnya digunakan sebagai zat tambahan dalam bahan bakar minyak. Namun dalam pembuatan rokok bahan ini juga digunakan. Tahukah Anda jika zat ini terserap tubuh maka bisa merusak sel pada tingkat genetik? Selain itu, benzene juga sering ditemukan pada semen dan karet.

Perlu diketahui bahwa zat ini merupakan karsinogen atau zat penyebab kanker paling mematikan yang seringkali dihubungkan dengan leukimia atau kanker darah. Salah satu cara untuk mengatasi leukimia sendiri adalah dengan melakukan transplantasi sum-sum tulang belakang.

Formaldehilda
 
Formaldehilda atau formalin biasanya digunakan untuk membunuh mikroba dan bahkan mengawetkan mayat. Jika ketika merokok Anda merasakan mata perih dan batuk, hal ini disebabkan karena efek zat berbahaya yang satu ini. Tak hanya perokok aktif saja, perokok pasif juga bisa merasakan hal ini.

Oleh karena itu, bagi anda yang tidak merokok sebaiknya Anda menghindari perokok aktif untuk mencegah hal tersebut. Selain kedua dampak tersebut, efek penggunaan formalin adalah dapat menyebabkan kulit rusak, kanker hingga penyakit yang berhubungan dengan pernapasan.

Arsenik
 
Arsenik merupakan kandungan dalam rokok yang cukup berbahaya. Pasalnya, zat ini merupakan bahan utama dalam pembuatan racun tikus. Sehingga Anda pun bisa membayangkan seberapa bahayanya zat tersebut jika kita hirup setiap hari.
 
Arsenik yang menumpuk dalam tubuh dapat mengakibatkan kanker paru-paru, penyakit pada kandung kemih hingga kerusakan DNA.

Aseton
 
Umumnya aseton dimanfaatkan untuk membersihkan cat kuku. Namun aseton juga digunakan sebagai bahan pembuatan rokok. Ketika tubuh mengirup zat berbahaya ini maka dapat menyebabkan penyakit kulit dan gangguan otak yang sangat berbahaya.

Karbon Monoksida
 
Pastinya Anda sudah mengetahui apa itu karbon monoksida. Ya, karbon monoksida ini kerapkali ditemukan pada asap knalpot motor dan mobil.
 
Jika terserap dalam tubuh karbon monoksida dapat mengikat diri pada hemoglobin dalam darah secara permanen. Sehingga hal ini tentu saja dapat menghalangi penyediaan oksigen ke tubuh. Hal inilah yang membuat tubuh mudah lemas dan lelah.

Gas Oksidan
 
Gas ini bisa bereaksi dengan oksigen. Jika gas ini terdapat dalam tubuh, bisa meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung akibat penggumpalan darah.
 
Amonia
 
Amonia seringkali dimanfaatkan sebagai bahan pembersih toilet yang cukup efektif. Namun dalam industri rokok, amonia seringkali dimasukkan ke dalam sebatang rokok untuk menambah ketergantungan terhadap nikotin.

Amonia yang terkandung dalam rokok dapat mengubah nikotin dalam bentuk gas. Sehingga memudahkan nikotin terserap oleh paru-paru dan juga darah. Sama seperti karbon monoksida, amonia  juga merupakan penyebab rusaknya cilia.

Hidrogen Sianida
 
Hidrogen Sianida juga tak kalah berbahaya dengan bahan lainnya. Zat ini dapat mengakibatkan kerusakan serius pada pembuluh darah dan jantung. Meskipun tidak secara langsung menyebabkan kanker, kandungan ini juga dapat turut andil sebagai penyebab kanker dengan menyerang cilia.

Selengkapnya

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved