Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Menatap Indonesia 2017

Memasuki tahun 2017 segenap bangsa harus menggelorakan optimisme Indonesia

ist
Bimo Sasongko 

PENULIS: Ketua Umum IABIE( (Ikatan Alumni Program Habibie)Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA

                   Penggagas Program Beasiswa Indonesia 2030

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang akhir tahun 2016 konten pemberitaan media dipenuhi berita muram yang berpengaruh terhadap psikologi warga bangsa. Terjadi disharmoni berbangsa, ketegangan sosial dan tragedi kemanusiaan dibelahan dunia.

Semua itu mendominasi media mainstream dan sosial media. Turbulensi pemberitaan begitu hebatnya, hal itu telah mempengaruhi spirit kebangsaan dan menggerus energi kreatif bangsa.

Perlu menggelorakan optimisme sebagai penawar efek negatif pemberitaan.

Memasuki tahun 2017 segenap bangsa harus menggelorakan optimisme Indonesia. Menatap Indonesia 2017 merupakan keniscayaan bahwa kapasitas dan potensi nasional yang ada harus bisa didayagunakan secara optimal.

Hasil kerja yang dicapai saat ini belum mencerminkan kondisi riil. Negeri ini masih tumbuh dibawah kapasitasnya. Ibarat pabrik raksasa, kapasitas yang idle masih besar. Indonesia membutuhkan terobosan atau langkah dan kebijakan yang tidak biasa. Perlu memperbaharui konsep Indonesia incorporated yang sesuai dengan semangat jaman dimana SDM unggul semakin menjadi andalan.

Tahun mendatang peran Indonesia untuk membantu selesaikan tragedi kemanusiaan di berbagai belahan dunia harus ditingkatkan. Terutama terkait dengan tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Rohingya di Myanmar dan tragedi warga Allepo di Syria.

Tahun 2017 determinasi diplomasi kemanusiaan Indonesia harus lebih gencar dan lebih konkrit di lapangan. Ini sangat strategis untuk menunjukkan bahwa Indonesia berkepentingan dan peduli pada nasib kemanusiaan dunia. Terutama terhadap penderitaan rakyat sipil di Aleppo dan Rohingya.

Hal ini merupakan harga diri (dignity) atau kebanggaan kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab. Serta untuk memenuhi amanat konstitusi dalam menjaga ketertiban dunia berdasarkan perdamaian
abadi. Saatnya Pemerintah Indonesia melakukan diplomasi beragam dan agenda konkret di lapangan untuk menghentikan krisis kemanusiaan di Aleppo dan Rohingya.

Halaman
1234
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved