Breaking News:

Blog Tribunners

Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Obat Herbal Untuk Atasi Kolesterol

Hiperkolesterolemia merupakan penyakit gangguan metabolisme kolesterol yang disebabkan oleh kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal. Hiperk

zoom-inlihat foto Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Obat Herbal Untuk Atasi Kolesterol
Shutterstock
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hiperkolesterolemia merupakan penyakit gangguan metabolisme kolesterol yang disebabkan oleh kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal. Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor resiko utama terjadinya penyakit jantung koroner (pjk) dan atherosclerosis.

Menurut Nashriana (2015), sebanyak 52 negara di belahan dunia mencakup 30.000 orang menunjukkan hampir 50% serangan jantung dapat dikaitkan dengan kadar kolesterol darah yang abnormal.

Orang dengan kadar kolesterol yang abnormal, tiga kali lebih mudah mendapatkan serangan jantung dan penyakit kardiovaskuler dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar kolesterol normal.

Selama ini pengobatan masalah kolesterol yang sering dilakukan yaitu dengan pengobatan secara farmakolgis (dengan pemberian obat penurun kadar kolesterol).

Penggunaan obat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam waktu yang lama memiliki efek samping yang serius seperti radang lambung, iritasi dan inflamasi pada lambung, kerusakan hati, batu empedu serta kerusakan ginjal.

Oleh karena itu 3 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya yaitu Nada Itorul Umam (THP 2015), Anita Nurmulya Bahari (THP 2016) dan Anis Miftachurrochmah (THP 2016) dibawah bimbingan Dr Ir Anies Chamidah, MP melakukan sebuah penelitian untuk membuat alternatif agen terapi pengobatan hiperkolesterol melalui ASITIROL (Alginat Terfermentasi Anti-hiperkolesterol).

Telah diketahui Indonesia merupakan negara penghasil rumput laut terbesar, salah satunya adalah rumput laut cokelat Sargassum sp. yang dapat diekstrak menjadi produk alginat.

ASITIROL merupakan produk metabolit fermentasi non digestible dari alginat menjadi bentuk oligosakaridanya. Bentuk oligosakarida dari alginat disebut AOS (Alginat Oligosakarida). AOS ini mampu menstimulasi sistem imun tubuh. AOS yang mengandung serat, mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah khususnya kadar LDL pada hepatosit.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Nada, penelitian ini dilakukan secara in vivo pada tikus putih Rattus norvegicus yang dibagi menjadi 7 kelompok dengan berbagai dosis AOS yang diberikan.

Penelitian ini dilakukan selama 41 hari (7 hari adaptasi, 14 hari perlakuan hiperkolesterol dan 20 hari pelakuan ASITIROL). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas produk ASITIROL terhadap dalam menurunkan profil lipid tikus hiperkolesterolemia.

Untuk mengetahui tingkat efektifitas dari alginat tersebut, maka dilakukan penimbangan berat badan tikus serta pengukuran kadar darah tikus (LDL, HDL dan VLDL).

Dengan diberikan ASITIROL, tikus yang mengalami hiperkolesterol rata-rata mengalami penurunan berat badan dan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) dan Total Kolesterol yang semula tinggi mengalami penurunan serta kadar HDL (High Density Lipoprotein) yang semula rendah mengalami kenaikan nilai.

Penelitian yang dilakukan ini telah mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) karena telah lolos pendanaan pada program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM PE) pendanaan 2018.

Selengkapnya

Penulis: Anis Miftachur R
Editor: Samuel Febrianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved