Tribunners / Citizen Journalism

Mudik Lebaran 2018

Catatan Akhir Mudik Lebaran: Petaka di Balik Angkutan Pelayaran

Pemerintah mengklaim manajemen mudik Lebaran tahun ini (2018) berjalan lebih baik dan lancar daripada tahun sebelumnya.

Catatan Akhir Mudik Lebaran: Petaka di Balik Angkutan Pelayaran
istimewa
KM Lestari Maju karam saat berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba hendak ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018). 

Penulis: Tulus Abadai
Ketua Pengurus Harian YLKI

PEMERINTAH mengklaim manajemen mudik Lebaran tahun ini (2018) berjalan lebih baik dan  lancar daripada tahun sebelumnya.

Hal ini ditandai dengan menurunnya tingkat kecelakaan, menurunnya penggunaan sepeda motor, lalu lintas lebih lancar, bahkan peningkatan penumpang angkutan umum.

Klaim tersebut bisa jadi ada benarnya, karena mudik Lebaran tahun ini ditopang dengan perpanjangan waktu libur Lebaran dan atau tersambungnya tol Trans Jawa.

Sebagian pemudik mengatakan mudik Lebaran 2018 lebih enjoy, sebagian yang lain mengatakan masih seperti "neraka".

Namun jika dilihat pada sektor angkutan pelayaran, maka klaim pemerintah tersebut berbalik 180 derajat.

Bagaimana tidak, jika pada satu bulan Lebaran saja, dua buah kapal manusia tenggelam, dengan korban massal.

Pertama, Kapal Sinar Bangun 5 di perairan Danau Toba, pada H plus 3 Lebaran.

Korban meninggal/hilang tak kurang dari 170-an orang.

Hingga kini bangkai kapal berikut korbannya belum bisa dievakuasi, walau titik lokasinya sudah ditemukan.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved