Tribunners / Citizen Journalism

Managing Director Baru DSC Bertekad Perkuat Nilai Inovasi di Indonesia

Srivastava akan lebih menguatkan peran logistik di era revolusi 4.0 dengan memfokuskan DSC pada nilai tambah yang inovatif

Managing Director Baru DSC Bertekad Perkuat Nilai Inovasi di Indonesia
Istimewa
DHL Supply Chain Tunjuk Prithu Srivastava sebagai Managing Director Baru di Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM - DHL Supply Chain (DSC), pemimpin global dalam solusi logistik telah menunjuk Prithu Srivastava sebagai Managing Director baru di Indonesia.

Sebelumnya, Srivastava adalah Vice President of Business Development and Solutions DHL Supply Chain yang bertanggung jawab mendorong pertumbuhan bisnis di Indonesia

“Ketajaman bisnis Srivastava dan pendekatan strategisnya,telah terbukti sangat berharga bagi pengembangan bisnis dan mampu mendobrak lanskap pasar yang terus berkembang pesat dan bertumbuh cepat. Saya optimis dengan gaya kepemimpinannya yang pragmatis dan berbasis nilai, dikombinasikan dengan pengetahuan yang mendalam tentang logistik dan perdagangan regional, akan mendorong pertumbuhan lebih lanjut dalam tim dan operasional kami,” kata Terry Ryan, CEO, DSC Asia Pacific.

Selama 13 tahun, Srivastava telah berpengalaman di berbagai negara lintas divisi di DHL, termasuk menjadi bagian dari tim konsultasi in house DHL selama lima tahun.

Di tahun 2011, beberapa agenda perusahaan berhasil ia jalankan dengan baik saat menjadi Strategy Director di DSC untuk wilayah Asia Selatan dan Tenggara.

Kemudian di tahun 2014, ia berhasil memimpin pembaruan fungsi dan pengembangan bisnis DSC Indonesia. Hasilnya, kinerja penjualan yang konsisten di seluruh negeri dan hubungan dengan pelanggan terjalin lebih kuat.

“Di era digital saat ini, industri logistik telah berevolusi menjadi sebuah tren yang besar. Sementara status quo industri logistik sendiri, menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk memimpin perusahaan ini tetap adaptif dengan perubahan teknologi,” jelas Prithu Srivastava, Managing Director, DSC, Indonesia.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya sebagai Head of Sales, ia memiliki pemahaman yang mendalam tentang tantangan pelanggan di berbagai sektor industri.

Peran logistik di era digital saat ini, lebih dari sekadar urusan pergudangan dan perpindahan barang. Oleh karena itu, ia sangat bersemangat untuk lebih memahami kebutuhan pelanggan dan membantu pelanggan mencapai tujuan bisnisnya,

Srivastava akan lebih menguatkan peran logistik di era revolusi 4.0 dengan memfokuskan DSC pada nilai tambah yang inovatif dan layanan manajemen yang prima yang diintegrasikan dengan fulfillment dan distribusi tradisional.

Sirvastava melanjutkan, kondisi geografis yang komplek seperti Indonesia, logistik adalah bagian dari strategi penguat pertumbuhan bisnis, bukan sebagai beban biaya operasional. Keberhasilan sebuah bisnis tidak lepas dari penguatan proposisi nilai (value propositions) termasuk dengan meningkatkan rantai pasok (supply chain) yang menjadi kunci peningkatan bisnis di Indonesia.

“Memberikan nilai bisnis yang unggul kepada pelanggan adalah objektifitas saya. Langkahnya dengan menjaga performa logistik DCS dan terus berinovasi memberikan solusi di seluruh rantai pasok (supply chain) selancar mungkin. Kemudian, dengan mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh keterbatasan infrastruktur dan konektivitas. Dengan begitu, bisnis pelanggan kami akan semakin meningkat,” jelas Sirvastava

Sebagai pemimpin global dalam solusi logistik, hingga saat ini DSC beroperasi di lebih dari 20 kota di seluruh Indonesia. Pelanggan yang bergabung dengan DSC Indonesia terdiri dari beragam sektor industri. Mulai dari sektor teknologi, consumer, retail, otomotif, teknik dan manufaktur, termasuk sektor life science dan kesehatan.

Di bawah kepemimpinan Sirvastava, pada tahun 2019 ini DSC Indonesia akan memperluas layanannya ke sektor fashion dan farmasi. Target lainnya, membangun pusat distribusi besar baru seluas 67.000 meter persegi di Cikarang, Jawa Barat. Bangunan tersebut menjadi bagian dari pipeline fase pertama Managing Director baru yang ditargetkan siap beroperasi pada di tahap pertama pada bulan Juli 2019.

Dengan jumlah populasi terbesar di Asia Tenggara dan terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Dan dengan hadirnya booming ritel dan e-commerce, Indonesia diprediksi dapat memicu peningkatan logistik di Asia Tenggara di tahun-tahun mendatang.

Sirvastava juga mengapresiasi kinerja pemerintah Indonesia selama tiga tahun terakhir.  Menurutnya, investasi pemerintah di bidang infrastruktur telah membantu menyelesaikan masalah logistik di sebuah negara yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau.

Hasilnya, Logistics Performance Index Indonesia meningkat sebanyak 17 posisi, menjadi posisi ke 46 dari 168 negara.

Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved