Tribunners / Citizen Journalism

Pemilu 2019

Pemilu: Pesta Demokrasi dan Bukan ''Pasar Lima Tahun-an''

Fenomena sikap dan tindakan para politisi seperti ini membuat kita hafal sejumlah kosa kata: Fitnah, Intrik dan terakhir yang kian popular, Hoax.

Pemilu: Pesta Demokrasi dan Bukan ''Pasar Lima Tahun-an''
KOMPAS
Foto Ilustrasi. 

Produk dibuat juga sepihak hanya untuk memenuhi kebutuhan artifisial saja sesuai dengan imaji yang diciptakan. Dan pasar hanyalah tempat transaksi jual beli dengan prinsip “jual putus” tanpa pertanggungjawaban moral, apalagi pertanggungjawaban dampak.

Tentu saja peristiwa politik model mekanisme pasar tetap memiliki tingkat partisipasi. Sebagian partisipan dibangun berdasarkan sentimen identitasnya. Selebihnya adalah massa yang dimobilisir melalui mekanisme transaksional. Jarang sekali partisipan terlibat karena kesadaran hakiki akan keperluan hidupnya.

Mayoritas partisipan Pemilu seperti itu merupakan konsumen. Konsumen sentimen identitas maupun konsumen transaksional.

Dalam pengkondisian masyarakat yang konsumtif seperti itulah berkembang pragmatisme politik, pangkal terjadinya money politic.

Poin yang dimaksud dari ilustrasi itu adalah betapa masyarakat sebenarnya hanya dijadikan objek, bukan subjek, dalam peristiwa politik. Hal itu terjadi justru melalui pemilihan langsung seperti yang kita alami saat ini.

Masyarakat hanya dijadikan konsumen dari imaji dan produk yang dicangkokan melalui jargon politik serta pencitraan. Pencangkokan bahkan kian meningkat menjadi agitasi, provokasi bahkan kooptasi kesadaran ketika mendekati hari pemilihan.

Masyarakat kemudian terpolarisasi pada kecenderungan ekstrem. Polarisasi itu menyeruak demikian tajam di ruang sosial.

Perselisihan dan permusuhan menjadi warna keseharian di antara hubungan perkawanan dan persaudaraan, apakah itu di media sosial, di antara tetangga bahkan di unit terkecil masyarakat yaitu keluarga. Sungguh itu bukan sebuah peristiwa budaya.

Setting politik seperti itu pasti tidaklah sempurna. Tak ada setting manusia dapat memusnahkan nurani manusia lainnya secara sempurna. Setting politik itu hanyalah permainan lima tahunan.

Tetapi kehidupan manusia, kehidupan masyarakat dan kehidupan bangsa yang menanggung kerugian akibat permainan politik seperti itu akan berlangsung jauh melampaui masa permainan itu sendiri. Kesadaran seperti itu akan muncul secara jernih ketika kita mampu menjaga jarak dengan riuhnya pertarungan kepentingan.

Halaman
123
Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved