Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Mengamankan Smart Ekosistem Pintar untuk Mendukung Indonesia 4.0

Konektivitas 'Internet of Things' yang trusted merupakan salah satu dari sekian banyak persyaratan untuk mengembangkan suatu kota pintar

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Pengembangan Semarang Smart City- Petugas sedang menjelaskan monitor pemantau lalu lintas Kota Semarang melalui monitor yang terpasang di Situation Room di gedung Balaikota Semarang, Senin (26/2). Selain memantau arus lalu lintas di ruang Situation Room juga bisa memantau akses jalan, penerangan jalan umum, memonitor keberadaan BRT dan arus lalu lintas. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) 

Di dunia yang semakin terhubung – serta semakin pesatnya perkembangan kota-kota pintar, badan pemerintah, layanan darurat, dan perusahaan menjadi semakin bergantung pada teknologi saat mengalami keadaan krisis. 

Baca: Ekonom Faisal Basri Minta Pemerintah Segera Bereskan Tren Anjloknya Investasi

Teknologi harus mampu menyediakan akses secara realtime untuk mengoreksi data, memungkinkan komunikasi yang efektif antara satu sama lain, dan dengan pihak korban yang sedang diberikan bantuan.

Meskipun berbagai organisasi tersebut mungkin tidak mampu mengontrol kapan insiden keamanan akan terjadi, mereka tetap dapat mengurangi risiko dan mengontrol bagaimana cara mereka merespon insiden tersebut.

Misalnya, bagi polisi, petugas medis, petugas pemadam kebakaran dan first responders (tim reaksi cepat), akses yang tepat atas data dan orang-orang secara real-time merupakan hal yang dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam menghadapi suatu krisis.

Mereka membutuhkan komunikasi yang cepat dan perlu berbagi data dengan berbagai organisasi yang memiliki peran langsung atau berperan memberikan bantuan dalam menghadapi keadaan darurat.

Yang penting adalah mereka harus mampu membawa petugas tambahan ke tempat kejadian sesuai permintaan, seperti ahli bahan peledak, tim taktis, atau ahli kontaminan - atau petugas lainnya, bahkan jika para petugas tersebut sedang tidak bertugas.

Satuan polisi negara bagian di Amerika Serikat menggunakan BlackBerry untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi keadaan darurat yang melibatkan tim SWAT. 

Baca: Android Resmi Kenalkan Android Q, Ini Fitur Serta Daftar Smartphone yang Kebagian Android Q

Satuan kepolisian tersebut mampu secara instan dan aman menginformasikan kepada para petugas kepolisian baik yang sedang bertugas maupun yang tidak melalui smartphone. 

Hal ini memungkinkan petugas kepolisian untuk melakukan check-in tergantung pada  keberadaan petugas, waktu menuju tempat kejadian, dan kesesuaian keahlian petugas dengan situasi darurat yang sedang terjadi.

Dengan solusi ini, satuan kepolisian tersebut dapat memanggil sejumlah polisi tambahan dan petugas spesialis tertentu dalam hitungan menit atau bahkan dalam hitungan detik, memungkinkan pihak-pihak yang terlibat untuk melihat semua konten yang relevan, dan berkomunikasi dengan pemangku kepentingan lainnya - bahkan saling terhubung dengan walkie-talkie yang dipergunakan saat ini, dan lain sebagainya.

BlackBerry AtHoc melindungi lebih dari 70% agensi Pemerintah Federal AS, termasuk Angkatan Udara AS dan Departemen Pertahanan dan termasuk juga digunakan oleh berbagai lembaga pendidikan seperti Macquarie University di Australia untuk menjaga keamanan staf dan siswa.

Hyperconnectivity akan merevolusi kehidupan kita

Mari kita lihat perusahaan-perusahaan yang hyperconnected (sangat terhubung). Didefinisikan oleh IDC sebagai keterhubungan antara orang, perusahaan dan benda, hyperconnectivity benar-benar akan merevolusi kehidupan dan cara manusia bekerja. 

Baik di rumah sakit, bank, transportasi, ataupun badan pemerintah, Gartner memprediksi bahwa pada tahun 2020, akan ada 7.3 miliar perangkat yang terhubung di dalam berbagai perusahaan.

Jadi dalam Enterprise of Things (EoT), semua endpoint yang terhubung secara fisik dan digital dalam sebuah perusahaan tidak hanya menjadi kenyataan, tetapi juga berkembang dengan cepat.

Peluang dan langkah ke depan

Interkonektivitas merupakan dasar bagi kota-kota pintar dan mampu menciptakan peluang yang tak terbatas, namun juga perlu dipastikan bahwa setiap endpoint dan lapisan telah didesain dengan aman.

Pendekatan holistik untuk memastikan keamanan yang didukung oleh peralatan yang tepat dapat mendorong perkembangan teknologi dalam bidang-bidang utama seperti perawatan kesehatan pribadi yang dipersonalisasi, sektor perbankan dan keuangan, tanggap darurat, manajemen arus lalu lintas, manufaktur pintar, keamanan tanah air, dan manajemen pasokan energi.

Untuk memastikan Indonesia modern nantinya adalah Indonesia yang aman dan terlindungi, penting sekali untuk berinvestasi solusi perangkat lunak yang aman untuk mengurangi risiko pelanggaran dan ancaman.

Kota yang benar-benar "pintar" harus beroperasi untuk kepentingan semua orang, menyediakan efisiensi, peluang, keamanan, dan kemajuan.

*)  Managing Director Blackberry, ASEAN & India

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved