Tribunners / Citizen Journalism

KPK Memang 'Seksi'

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang seksi, sehingga eksekutif dan legislatif pun berlomba memperebutkan dan menguasai.

KPK Memang 'Seksi'
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Lambang Komisi Pemberantasan Korupsi ditutup sebagai simbolik pada aksi Seribu Bunga dengan tagar #SAVEKPK di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019). Aksi ini digelar dengan membagikan bunga dan kertas tulisan kepada masyarakat sebagai simbol terhadap penolakan revisi Undang-Undang KPK yang dapat melemahkan KPK untuk memberantas korupsi. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS 

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

TRIBUNNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang seksi, sehingga eksekutif dan legislatif pun berlomba memperebutkan dan menguasai.

Dengan menguasai KPK maka merah hitamnya korupsi di negeri ini dapat mereka tentukan. Mereka pun saling lempar bola panas.

DPR melempar bola panas ke Presiden Joko Widodo melalui revisi Undang-Undang (UU) No 30 Tahun 2002 tentang KPK yang sudah mereka setujui pada Kamis (25/8/2019) lalu.

Merujuk Pasal 20 ayat (1) dan (2) UUD 1945, bola panas KPK beralih dari DPR ke Presiden.

Tak mau kalah, Presiden Jokowi pun mendahului melempar bola panas ke DPR, dengan mengirim 10 nama calon pimpinan KPK ke Senayan untuk dilakukan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) oleh Komisi III.

Presiden menerima 10 nama capim KPK itu dari Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK yang diketuai Yenti Garnasih.

Baca: ICW: Bola Panas RUU KPK Ada di Presiden Jokowi

Padahal, di antara 10 nama itu ada yang ditolak publik, terutama pegiat anti-korupsi, termasuk Wadah Pegawai (WP) KPK, yakni Inspektur Jenderal Firli Bahuri yang berasal dari Polri. Di tingkat Pansel sesungguhnya nama itu juga sudah ditolak bersama nama lain dari Polri juga, yakni Irjen Antam Novambar.

Tapi, Pansel bergeming.  Presiden Jokowi pun setali tiga uang. Firli lolos ke Senayan.

Mungkin Presiden Jokowi tak mau memegang bola panas itu terlalu lama, bahkan mungkin juga, mohon maaf, mau cuci tangan, sehingga 10 nama capim KPK dari Pansel langsung ia lempar ke DPR tanpa merevisinya.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved