Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Catatan Akhir Tahun Ketua MPR: Kemenangan yang Mempersatukan

Ada sejumlah catatan tentang dinamika global maupun nasional yang tidak hanya akan menjadi kenangan, melainkan juga menjadi sisa masalah

Editor: Rachmat Hidayat
zoom-inlihat foto Catatan Akhir Tahun Ketua MPR: Kemenangan yang Mempersatukan
TRIBUN/DANY PERMANA
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berbincang dengan awak redaksi Tribun Network dalam acara kunjungan Pimpinan MPR RI ke Redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Rabu (18/12/2019). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Sejumlah ekses pun bermunculan di berbagai tempat. Menyikapi gejala itu, negara dan juga kelompok-kelompok masyarakat yang peduli, termasuk para tokoh agama, terus berupaya merekat persatuan dan kesatuan.

Paling signifikan adalah langkah atau model penyelesaian masalah yang dipilih Presiden Joko Widodo. Tentu saja dia tidak sendiri. Dia butuh dukungan solid dari teman-temannya, para elit partai politik dalam Koalisi Indonesia Maju yang mendukungnya pada ajang pemilihan presiden tahun 2019.

Tak hanya menguatkan nurani kebangsaan, tetapi juga mendorong mereka mendengar suara hati untuk bagaimana menyikapi fakta tentang masyarakat yang nyaris terberai-berai karena alasan perbedaan itu.

Sosok Presiden terpilih itu, bersama rekan-rekannya, sampai pada kesadaran bersama, dan juga bersepakat bahwa kemenangan mereka di Pilpres 2019 tidak boleh menambah persoalan bagi bangsa, baik sekarang maupun di kemudian hari.

Tidak pula kemenangan itu boleh menggoreskan luka baru bagi mereka yang merasa kalah. Menjadi tidak elok pula jika pemenang bersikukuh menerapkan prinsip the winner takes it all.

Kemenangan itu haruslah menjadi solusi, pun menyembuhkan, serta menjadi sumber kekuatan yang mempersatukan dan merawat keberagaman. Menyatukan kembali warga bangsa yang terpolarisasi menjadi yang paling utama. Harmonisasi kehidupan bermasyarakat harus diupayakan dengan tulus dan penuh kesungguhan.

Tulus dan Kesungguhan

Sebagaimana dicatat bersama,upaya mengakhiri polarisasi masyarakat tidak berhenti pada pertemuan Jokowi dengan sang rival, Prabowo Subianto, di Stasiun Lebak Bulus Jakarta pada pekan kedua Juli 2019. Tulus dan kesungguhan Jokowi berlanjut saat dia menggodok formasi kabinet.

Kejutan dan juga sangat menggembirakan karena Prabowo bersedia masuk dalam Kabinet Indonesia Kerja. Rivalitas keduanya yang begitu sengit di ajang Pilpres 2019 diakhiri dengan cara yang sangat elegan.

Demi kepentingan negara dan bangsa yang jauh lebih besar dan strategis, kedua sosok itu mewujudkan kebersamaan dan mengabdi kepada negara. Memang ada kelompok mencemooh Jokowi, ada pula yang mengejek Prabowo.

Baca: Bamsoet: Selain Penindakan, Pencegahan dan Asset Recovery Harus Jadi Prioritas Pemberantasan Korupsi

Halaman
123

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved