Tribunners / Citizen Journalism

100 Hari Kabinet Jokowi

Catatan KH Imam Jazuli di 100 Hari Pemerintahan Jokowi; Antara Philosopher King dan Trader King

Warga Nahdliyyin diwanti-wanti agar segera sadar untuk bangkit dan mengubah situasi buruk yang sedang berjalan.

Catatan KH Imam Jazuli di 100 Hari Pemerintahan Jokowi; Antara Philosopher King dan Trader King
Istimewa
KH. Imam Jazuli, Lc. MA, alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015. 

Sementara itu, pemerintah menunjuk pengusaha untuk menyusun omnibus law dan Faisal Basri mencium aroma loyalitas pemerintah pada para investor. Ini adalah bukti bahwa rakyat sedang berjuang sendirian. Lawan yang dihadapi adalah kekuasaan politik “wakil rakyat” dan kekuatan kapital kelompok oligarkinya. Lantas, ke mana kaum buruh pada khususnya dan rakyat kecil pada umumnya mencari dukungan dan perlindungan?

Dalam situasi ekonomi dan politik yang terpuruk gara-gara kekuasaan dikendalikan kaum oligarki ini, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj (Ketum PBNU) mengusulkan term “intoleransi ekonomi”. Warga Nahdliyyin diwanti-wanti agar segera sadar untuk bangkit dan mengubah situasi buruk yang sedang berjalan. Muktamar NU 2020 di Lampung penting menjadi simbol dan tugu perlawanan rakyat kecil pada umumnya dan umat muslim pada khususnya pada ketidakadilan ekonomi.

Term intoleransi ekonomi terus diperjuangkan oleh warga Nadhliyyin. Salah satunya melalui Seminar Kebangsaan Pancasila bertajuk “Inspirasi, Kreasi untuk SDM Unggul” di Fakultas Ekonomi dan Manajemen Kampus IPB, Bogor. Tujuannya supaya kekayaan alam negeri ini tidak dikangkangi oleh oligarki yang memiliki kekuasaan politik dan kekuatan modal kapital. Seminar ini bagian dari rangkaian kegiatan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU), sebagai bukti pembelaan NU dan Nahdliyyin pada masyarakat yang hidup dalam garis kemiskinan dan terpinggirkan.

Rakyat harus ikut serta mengawasi perumusan Omnibus Law yang dipimpin oleh para pengusaha ini. Sangat mungkin, perumusan hukum ini menjadi salah satu cara, di mana kaum oligarki ke depannya ingin dibenarkan secara legal hukum atas segala kejahatan ekonomi yang akan dilakukannya. KSPI harus terus berjuang, supaya teori jual-beli hukum itu di negeri ini tidak terjadi.

Pertanyaannya, apakah cukup perlawanan pada ketidakadilan hukum dan ekonomi? Tidak! Sebelum keadilan hukum dan ekonomi terwujud, jihad tetap wajib dijalankan.

Term intoleransi ekonomi yang Kiai Said suarakan adalah doa sekaligus senjata melakukan perlawanan terhadap “kerajaan setan”, yang dipimpin oleh raja-raja oligarkis, para pengusaha kapitalis, yang ditopang oleh prajurit-prajurit dajjal dengan senjata berupa kekuatan kapital. Gagasan ekonomi kerakyatan yang diperkenalkan Bung Hatta telah diinjak-injak terang-terangan oleh kelompok oligarki ini. Karena itulah, jika KSPI gagal memperjuangkan suaranya, maka tamat sudah mimpi founding-fathers kita.[]

 **Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved